Terdampak Bau Menyengat dan Bising Waduk Kuningan, Warga Randusari Datangi DPRD, Relokasi Jadi Opsi Utama!

KUNINGAN (MASS) – Warga Desa Randusari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan, mendatangi Gedung DPRD Kabupaten Kuningan, Selasa (15/9/2026). Kedatangannya itu dalam rangka audiensi terkait dampak keberadaan Waduk Kuningan yang dirasakan warga Randusari.

Audiensi tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, sejumlah SKPD terkait, BBWS, serta warga Desa Randusari.

Dalam pertemuan ini, berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat disampaikan kepada DPRD dan pemerintah daerah. Salah satunya gangguan berupa bau serta suara deras air yang dinilai mengganggu aktivitas dan kenyamanan warga.

Usai audiensi, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy mengatakan persoalan yang dialami masyarakat harus segera dicarikan solusi. Ia menyebut DPRD akan mendorong pemerintah daerah untuk menangani dampak yang dirasakan warga secara lebih serius.

“Dampak yang ditimbulkan oleh masyarakat tentang waduk ini, sehingga kita harus segera mencari solusi untuk penyelesaian ini,” ujar Nuzul.

Menurutnya, salah satu kesepakatan yang muncul dalam audiensi adalah opsi relokasi warga terdampak. DPRD pun merekomendasikan pemerintah daerah segera membentuk tim khusus untuk menangani persoalan tersebut.

“Kesimpulan dari pertemuan ini, kita sepakat, baik eksekutif pemerintah daerah maupun masyarakat, untuk dilakukan relokasi,” katanya.

Nuzul menjelaskan, DPRD merekomendasikan dua langkah awal. Pertama, pembentukan tim penyelesaian dampak Waduk Kuningan, khususnya yang berkaitan dengan warga Desa Randusari. Kedua, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan lokasi yang memungkinkan untuk dijadikan tempat relokasi.

“Kami DPRD merekomendasikan pertama untuk membuat tim, tim penyelesaian dampak Waduk Kuningan, yaitu Desa Randusari. Yang kedua, kepada pemerintah juga supaya segera menyiapkan lokasi relokasinya,” ujarnya.

Terkait lokasi relokasi, Nuzul memastikan pembahasannya masih diarahkan di wilayah Kabupaten Kuningan, khususnya kawasan yang tidak jauh dari tempat tinggal warga saat ini.

Ia menegaskan DPRD akan memantau perkembangan tindak lanjut dari rekomendasi tersebut agar persoalan yang dihadapi warga tidak berhenti pada audiensi.

Sejumlah dampak yang disampaikan warga antara lain persoalan bau dan suara deras air yang berasal dari kawasan waduk. Kondisi tersebut disebut mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan terdampak.

Selain persoalan lingkungan dan kenyamanan, dalam audiensi juga muncul laporan mengenai kondisi kesehatan masyarakat. (didin)