Keluarga Beber Kronologi, Siswa Korban Penganiayaan Sempat Muntah Berbusa dan Dapat Ancaman

KUNINGAN (MASS) – Seorang pelajar berusia 15 tahun diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh seorang pelajar SMK Swasta berusia 16 tahun. Peristiwa itu membuat korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit setelah mengalami banyak keluhan pada bagian rahang dan kondisi tubuhnya.

Menurut ayah korban, Uus menjelaskan kejadian tersebut bermula ketika korban, MNR (15), mendapat pesan langsung atau DM dari pelaku. Dalam pesan tersebut, pelaku disebut mengajak korban untuk membicarakan persoalan secara baik-baik.

MNR kemudian menyetujui ajakan tersebut. Ia dijemput oleh terduga pelaku bersama rekannya. Namun, menurut keterangan keluarga korban, setelah bertemu, korban justru mengalami tindakan kekerasan.

“Awalnya di-DM, katanya mau diobrolin baik-baik, anak saya nurut dan kemudian dijemput,” ujarnya kepada kuninganmass.com saat ditemui di kediamannya Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Senin (14/9/2026).

Ia menyebut anaknya sempat dipukul pada bagian belakang tubuhnya. Setelah itu, korban disebut mendapat beberapa pukulan dan di eksekusi di sekitar Kawasan Balong Dalem. Dalam kejadian tersebut, pelaku juga disebut mengambil uang milik korban sebesar sekitar Rp 15 ribu setelah melihat isi ponselnya.

“Iya sampai uang yang ditaro di kesing hp nya juga diambil,” tandasnya.

Setelah korban diantar kembali, Rama kembali mendapat pukulan keras. Usai kejadian, korban mulai merasakan sakit pada bagian rahang dan sempat diberikan obat pereda nyeri.

Kondisi korban kemudian semakin mengkhawatirkan. Keluarga menyebut Rama sempat muntah dan mengeluarkan busa sebelum akhirnya mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis.

“Pas diperiksa kemarin sampai ada pembuluh darah yang mengalami pecah, sampai harus dinyatakan dioperasi,” paparnya.

Korban dan pelaku diketahui saling mengenal. Keduanya disebut masih berada dalam lingkungan pergaulan sekolah dan pelaku merupakan kakak kelas korban satu tingkat. Keluarga juga menyebut sempat ada ancaman dari pelaku setelah kejadian penganiayaan.

“Semoga kondisi anak saya segera membaik dan dapat kembali menjalani aktivitas seperti biasa,” pungkasnya. (raqib)