KUNINGAN (MASS) – Jangkar Kuningan resmi diluncurkan sebagai platform berbasis website yang berupaya menjaring, memperkenalkan, dan menghubungkan pelaku serta entitas kreatif yang berkarya di Kuningan maupun yang sedang berada di perantauan.
Jangkar Kuningan diluncurkan oleh komunitas atau Kolektif Aduide. Ajay Ahdiat, salah satu inisiatornya, mengaku peluncuran Jangkar Kuningan ini, bersumber dari persoalan yang sederhana: entitas kreatif di Kuningan itu banyak, tetapi belum ada direktori yang mempertemukan mereka dalam satu ruang.
“Melalui jangkar.aduide.id, masyarakat dapat menjelajahi berbagai entitas kreatif berdasarkan bidang, wilayah, maupun jejaring. Di dalamnya terdapat profil orang, brand, kolektif, band, dan berbagai entitas lainnya, yang dilengkapi informasi mengenai profil, karya, kontak, serta relasi antar-entitas,” kata Ajay Ahdiat, Kamis (10/9/2026).
Ia menegaskan, Jangkar merupakan inisiatif independen yang diinisiasi oleh Aduide. Platform ini dibuat sebagai upaya untuk mulai membangun ruang bersama bagi ekosistem kreatif Kuningan, tanpa menunggu adanya direktori atau sistem pendataan dari institusi tertentu.
4 Klaster, 37 Bidang
Pada tahap awal, Jangkar mengelompokkan entitas kreatif ke dalam empat klaster dan 37 bidang, yaitu:
KREASI: Seni rupa • Seni tari • Teater • Seni tradisi • Komedi / stand-up • Tato • MC • Event organizer • Clothing / apparel • Tekstil / jahit • Kriya / kerajinan • Sablon / percetakan • Kopi / minuman • Makanan / snack.
DESAIN: Arsitektur • Desain grafis • Desain interior • Desain produk • Ilustrasi • Furnitur • UI/UX • Modifikasi otomotif.
DIGITAL: Apps / programming • Game • Teknologi • Konten kreator • Voice over
MEDIA: Video / film • Fotografi • Animasi • Tulisan / sastra • Musik • Audio / sound engineering • Radio / podcast • Penerbitan • Media • Marketing / advertising
Daftar tersebut tidak dimaksudkan sebagai batas definitif mengenai apa yang disebut sebagai bidang kreatif. Jangkar dirancang untuk dapat berkembang mengikuti keberagaman praktik dan kebutuhan ekosistem kreatif yang ada.
Entitas dengan bidang yang belum tercantum juga dapat mengajukannya melalui formulir pendaftaran untuk dipertimbangkan masuk ke dalam direktori.
Bukan Media Sosial, Marketplace, Atau Platform Penilaian
Jangkar tidak dirancang sebagai media sosial, kalender acara, marketplace, maupun platform untuk menilai atau memberi peringkat terhadap pelaku kreatif. Kata Ajay, fokusnya adalah membuat entitas dan karya kreatif lebih mudah ditemukan serta memperlihatkan hubungan di antara mereka.
Dikatakan, pengunjung dapat menjelajahi direktori berdasarkan klaster, bidang, kecamatan, maupun kondisi tertentu. Pengunjung juga dapat mencari entitas berdasarkan nama atau bidang, kemudian melihat profil, portofolio, dan kontak dalam satu halaman.
Salah satu fitur utama Jangkar adalah Nyambung, yang memperlihatkan relasi antar-entitas. Relasi tersebut dapat membantu pengunjung menemukan siapa yang pernah berkolaborasi, terhubung, atau memiliki kaitan dengan entitas tertentu.
Jangkar juga menyediakan Penanda Merantau bagi entitas yang saat ini berada di luar Kuningan, tetapi masih memiliki keterkaitan dengan daerah tersebut.
Selain itu, profil entitas dapat dibuat menjadi Kartu Story yang dapat diunduh dan dibagikan melalui Instagram maupun status WhatsApp.
Masih Baru Dan Terbuka Untuk Diisi
Ditegaskan, Jangkar Kuningan saat ini masih berada pada tahap awal. Profil entitas yang sudah masuk baru segelintir, sehingga direktori yang tersedia belum dapat dianggap sebagai gambaran lengkap mengenai ekosistem kreatif Kuningan.
Keterbatasan tersebut memang menjadi bagian dari kondisi awal Jangkar. Karena itu, peluncuran ini sekaligus menjadi ajakan kepada pelaku dan entitas kreatif yang belum tercantum untuk ikut mengisi dan memperkaya Jangkar.
Masyarakat dapat terlebih dahulu mengunjungi Jangkar, menjelajahi entitas yang sudah ada, dan melihat jejaring yang mulai terbentuk. Jika belum menemukan dirinya atau entitasnya, mereka dapat mengisi formulir melalui: jangkar.aduide.id/kenalin
Proses pendaftaran tidak memerlukan pembuatan akun. Data yang dikirim akan masuk antrean untuk diperiksa sebelum ditayangkan.
“Semakin banyak entitas yang bergabung, semakin panjang jejaring yang dapat terhubung. Semakin banyak data yang terkumpul, semakin lengkap pula direktori kreatif Kuningan yang dapat diakses bersama,” tegasnya.
Diinisiasi Secara Independen
Ajay Ahdiat kembali menegaskan bahwa Jangkar Kuningan dibangun atas inisiatif independen melalui Aduide, dengan gagasan bahwa pemetaan ekosistem kreatif dapat dimulai dari mereka yang berada dan berkarya di dalam ekosistem itu sendiri.
Platform ini tidak dimaksudkan untuk menentukan siapa yang paling kreatif, memberikan sertifikasi, atau membuat peringkat. Jangkar berfungsi sebagai ruang temu dan direktori, yang datanya dapat terus bertambah seiring partisipasi entitas kreatif.
Dengan demikian, Jangkar diharapkan dapat menjadi titik awal untuk mengenali siapa saja yang berkarya di Kuningan, menemukan karya dan bidang yang mungkin sebelumnya tidak diketahui, serta membuka kemungkinan pertemuan dan kolaborasi baru. (eki)