KUNINGAN (MASS) – Untuk akhir pekan ini, Minggu (13/9/2026), tidak aka nada gelaran Car Free Day (CFD) di Jalan Siliwangi. Bukan tanpa sebab, justru yang pada hari Minggu ini, Jalan Siliwangi akan menjadi lokasi helaran Karnaval Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-528 Kuningan.
Peniadaan CFD sementara tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S.Sos., M.Si., Melalui Surat Nomor 500.9.14.2/348/PEREKONOMIAN/2026 tertanggal 9 September 2026. Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian Karnaval Budaya, mulai dari pawai hingga beragam atraksi seni dan budaya, dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib di sepanjang Jalan Siliwangi.
Meski ditiadakan, masyarakat tidak perlu khawatir. CFD hanya “libur” satu pekan dan dijadwalkan kembali digelar pada Minggu, 20 September 2026. Sedangkan, Karnaval Budaya dalam rangkaian Hari Jadi ke-528 Kuningan Tahun 2026 sendiri akan mengusung tema “Tumapak Ka Jaman Baheula: Napak Tilas Kuningan”.
Sebelumnya, Sekda Kabupaten Kuningan U. Kusmana, S Sos MSi yang juga Ketua Panitia Hari Jadi ke-528 Kuningan, mengatakan Karnaval Budaya dirancang bukan sekadar parade seni, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan sejarah dan kekayaan budaya Kuningan kepada masyarakat.
Menurut U. Kusmana, Karnaval Budaya akan dikemas dalam bentuk parade teatrikal jalanan yang menggambarkan perjalanan sejarah Kuningan melalui enam fase, yakni masa prasejarah, Hindu, masuknya Islam, kolonial, perjuangan kemerdekaan, serta kemerdekaan dan pembangunan.
“Karnaval ini bukan hanya parade, tetapi bagaimana sejarah dan budaya Kuningan bisa disampaikan kepada masyarakat melalui pertunjukan yang menarik,” ujarnya.
Konsep tersebut diharapkan menjadi media edukasi sejarah bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Selain itu, karnaval juga diarahkan untuk merevitalisasi seni tradisi, memperkuat identitas daerah, serta mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Enam fase sejarah tersebut akan ditampilkan oleh kelompok kecamatan. Fase prasejarah melibatkan Kecamatan Cigugur, Kuningan, Kadugede, Nusaherang, dan Kramatmulya.
Fase Hindu melibatkan Kecamatan Ciawi, Cipicung, Kalimanggis, dan Cidahu. Fase masuknya Islam melibatkan Kecamatan Luragung, Garawangi, Lebakwangi, Maleber, Ciniru, Hantara, dan Sindangagung.
Selanjutnya, fase kolonial melibatkan Kecamatan Cibingbin, Ciwaru, Cibeureum, Karangkancana, dan Cimahi. Fase perjuangan kemerdekaan melibatkan Kecamatan Cilimus, Jalaksana, Japara, Cigandamekar, Pancalang, Pasawahan, dan Mandirancan.
Adapun fase kemerdekaan dan pembangunan akan melibatkan Kecamatan Darma, Subang, Cilebak, dan Selajambe.
Selain rombongan kecamatan, Karnaval Budaya akan dimeriahkan Drumband Satpol PP, Paskibra, TNI/Polri, cosplay, drumband SMP, Universitas Kuningan, BUMD, serta Kunci Bersama.
Dari sisi teknis, peserta dijadwalkan mulai berkumpul pukul 07.30 WIB. Peserta dari kecamatan maupun kelompok umum tidak diperkenankan membawa kendaraan, sementara waktu atraksi dibatasi maksimal tiga menit. Adapun sound system selama perjalanan akan menggunakan gotrok. (eki)