Kopi Sekarwangi Turut Meriahkan Ciremai Coffee Culture 2026, Pertahankan Cita Rasa Tradisional Olahan Gerabah

KUNINGAN(MASS) – Pesta kopi khas lereng Gunung Ciremai bertajuk Ciremai Coffee Culture 2026 digelar di Lapangan Pandapa Paramartha Kuningan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 4 hingga 6 September 2026, menjadi ajang unjuk gigi bagi para pelaku industri kopi lokal.

Salah satu stan yang mencuri perhatian ada Kopi Sekarwangi, produk kopi asli bentukan pengrajin lokal dari Desa Cibeureum, Kecamatan Cilimus.

Berbagai varian olahan biji kopi pilihan dihadirkan untuk memanjakan lidah para pecinta kopi yang memadati area pameran.

“Di sini kami menyediakan kopi tradisional Sekarwangi, ada varian wine robusta, natural, arabika, robusta, sampai kopi saset,” ujar pengelola Kopi Sekarwangi, Titi Nuryati.

Ia menjelaskan seluruh produk kopi yang dijualnya merupakan hasil panen asli dari perkebunan warga di Desa Cibeureum. Di tengah gempuran mesin sangrai (roasting) modern, Kopi Sekarwangi tetap konsisten mempertahankan teknik pengolahan kuno warisan leluhur demi menjaga keotentikan rasa.

“Keunggulan kami adalah tetap mempertahankan cita rasa tradisional. Biji kopi diolah dan dimasak menggunakan kuali tanah atau gerabah yang sekarang sudah sangat jarang ditemukan,” tuturnya.

Metode pengolahan tradisional menggunakan gerabah tanah liat tersebut terbukti menjadi daya tarik utama dan menjadi varian paling diburu oleh penikmat kopi.

“Kopi olahan tradisional gerabah ini justru yang paling best seller dan dicari pembeli,” tambahnya.

Soal harga, produk kopi lokal berkualitas tinggi ini dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong masyarakat, mulai dari belasan hingga puluhan ribu rupiah saja per kemasan.

“Harganya sangat terjangkau 40 ribu an satu pack nya,” pungkasnya. (raqib)