Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi; Catatan Hari Jadi ke-528 dan Progres Pembangunan Kuningan di Bawah Kepemimpinan Dian-Tuti

KUNINGAN (MASS) – Dalam peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan ini, Pemerintah Kabupaten Kuningan ingin menjadikannya sebagai momentum  untuk merefleksikan perjalanan pembangunan sekaligus memperkuat komitmen menghadapi tantangan kedepan.

Hal itu ditegaskan langsung Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si. Mengusung tema “Melesat Ngudag Jaman, Ngakar Kuat Purwadaksi”, Bupati menuturkan, pembangunan Kuningan harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman, tanpa kehilangan jati diri, sejarah, kearifan lokal, nilai-nilai agama, serta tradisi Sunda-Kuningan.

“Melesat Ngudag Jaman” harus dimaknai sebagai dorongan untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, terbuka terhadap modernisasi, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi dan daya saing daerah. Sementara “Ngakar Kuat Purwadaksi” menjadi penegasan bahwa setiap kemajuan harus tetap berpijak pada akar sejarah, identitas, dan nilai-nilai budaya Kuningan.

Menjelang 1 September 2026, ini dia sejumlah capaian pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar MSi bersama Wakil Bupati Tuti Andriani SH MKn sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026 terus didorong melalui implementasi 10 program unggulan dan visi Kuningan Melesat, yang mencakup Maju, Empowering, Lestari, Agamis, dan Tangguh.

Capaian tersebut antara lain terlihat dari pertumbuhan ekonomi daerah. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kabupaten Kuningan mencapai 6,98 persen pada 2025, meningkat dari 3,56 persen pada 2021 dan 5,61 persen pada 2024. Bahkan, pada Triwulan I 2026, pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 7,01 persen dibandingkan Triwulan IV 2025.

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita juga meningkat menjadi Rp33,94 juta pada 2025, yang mencerminkan adanya perbaikan aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Di sektor infrastruktur, tingkat kemantapan jalan daerah mencapai 78,23 persen pada 2025. Sementara melalui program Jawara Tani, pemerintah menyelesaikan pemeliharaan dan pembangunan 235 unit irigasi, serta menyalurkan 30.000 ton subsidi pupuk untuk mendukung ketahanan pangan.

Di bidang pendidikan, Pemkab Kuningan membangun 18 ruang kelas baru, merehabilitasi 307 ruang kelas, membangun 34 perpustakaan, 12 laboratorium, dan 74 fasilitas sanitasi sekolah.

Sementara di bidang kesehatan, prevalensi stunting terus ditekan menuju target di bawah 10 persen, seiring dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan dasar di puskesmas.

Pada sektor keagamaan, melalui program Ngaji Diri, pemerintah memberikan insentif kepada 1.000 guru ngaji, menyediakan beasiswa bagi 1.250 santri, serta mendukung penyediaan air bersih dan sanitasi bagi pesantren dan rumah ibadah.

Dalam bidang keterbukaan informasi publik, Pemerintah Kabupaten Kuningan sebagai badan publik meraih predikat Kabupaten Informatif dari Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menjalankan amanah Undang-Undang tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Upaya pengentasan pengangguran dan kemiskinan juga menjadi bagian penting dalam pembangunan. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 berhasil ditekan menjadi 7,59 persen.

Melalui program Gema Sadulur, Pemkab Kuningan memfasilitasi bursa kerja dengan menyediakan 13.358 lowongan, dengan realisasi penempatan sebanyak 3.280 tenaga kerja.

Di sektor perumahan, sebanyak 1.388 unit rumah tidak layak huni (Rutilahu) telah direhabilitasi. Selain itu, sebanyak 2.444 unit rumah bersubsidi telah dibangun oleh pengembang sebagai bagian dari dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah.

Pemberdayaan ekonomi masyarakat juga terus diperkuat. Sebanyak 42.937 UMKM telah mendapatkan dukungan pemberdayaan. Sementara itu, sektor pariwisata mencatat total kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai lebih dari 3 juta orang.

Kuningan juga mencatat kemajuan dalam pelestarian budaya. Dua karya budaya asal Kuningan, yakni Kesenian Dogig dan Upacara Adat Pesta Dadung, resmi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Provinsi Jawa Barat.

Dalam tata kelola pemerintahan, Kabupaten Kuningan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

Kuningan juga memperoleh Indeks Reformasi Hukum 88,4 kategori A (Sangat Baik), meningkat 7,2 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, Ombudsman RI memberikan predikat “Kualitas Tinggi” dengan nilai 78,38.

Capaian lainnya adalah penghargaan nasional sebagai Terbaik II Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali kategori Implementasi Program Tiga Juta Rumah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Prestasi tersebut, kata Bupati Dian, tidak terlepas dari semangat gotong royong masyarakat, tokoh masyarakat, serta para pengusaha dalam membantu penyelesaian rumah tidak layak huni. Atas capaian tersebut, Kabupaten Kuningan mendapatkan dukungan bantuan sebanyak 250 unit bedah rumah.

Meski berbagai indikator menunjukkan kemajuan, Bupati Dian menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah maupun masyarakat berpuas diri.

Menurutnya, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perhatian, sejumlah wilayah yang memerlukan peningkatan infrastruktur, serta generasi muda yang membutuhkan ruang inovasi dan kreativitas baru.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya bangunan fisik, melainkan dari seberapa dalam rasa keadilan, ketenteraman, dan keberkahan terasa di rumah-rumah warga kita,” ujarnya, Senin  (31/8/2026).

Karena itu, momentum Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara eksekutif, legislatif, yudikatif, ulama, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat.

Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama peduli dan berkontribusi dalam membangun Kuningan. Menurutnya, Kuningan merupakan rumah besar bersama yang harus dijaga dan dibangun dengan semangat gotong royong.

“Hanya dengan gotong royong dan kesatuan langkah, kita mampu menyongsong masa depan yang melesat tanpa pernah kehilangan akar kebudayaan kita.”

Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga Kuningan atas dukungannya dalam membangun daerah. Penghargaan diberikan juga  kepada putra-putri berprestasi yang telah mengharumkan nama Kuningan di tingkat nasional dan internasional, desa-desa berprestasi, serta seluruh masyarakat pinujul, petani, guru, pedagang, buruh, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.

Apresiasi juga disampaikan kepada para tokoh Kuningan yang selama ini turut berkontribusi membantu pemerintah dan masyarakat dalam membangun daerah.

Tak kalah penting, Bupati menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda Kabupaten Kuningan atas sinergi dan dukungannya dalam menjaga kondusivitas serta mendorong pembangunan daerah.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia Hari Jadi ke-528 Kabupaten Kuningan, yang diketuai U. Kusmana, S.Sos., M.Si., yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, beserta seluruh unsur yang mendukung terlaksananya rangkaian kegiatan. Ia berharap dan optimis seluruh rangkaian Hari Jadi dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Hari Jadi ke-528 menjadi pengingat bahwa kemajuan bukan sekadar tentang seberapa cepat Kuningan bergerak, tetapi juga tentang seberapa kuat daerah ini menjaga akar sejarah, budaya, nilai agama, dan kebersamaan masyarakat,” tuturnya di akhir. (eki)