KUNINGAN (MASS) – SMA Negeri 1 Subang Kecamatan Subang Kabupaten Kuningan menghadirkan inovasi dalam membangun budaya sekolah yang positif, kreatif, dan inspiratif. Salah satunya melalui program Smanisku SELINGAN (SMAN 1 Subang Kuningan Selasa Literasi Babarengan) yang diinisiasi langsung oleh Kepala SMA Negeri 1 Subang, Maman Lesmana S Pd M Pd.
Program SELINGAN dirancang bukan sekadar sebagai kegiatan membaca bersama, tetapi menjadi gerakan untuk membangun budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan kemampuan mereka.
Program yang mengusung semangat “Membaca Membuka Jendela, Karya Menjalin Bersama” Ini, dalam pelaksanaannya, dikemas secara beragam aktivitas. Selain kegiatan membaca buku nonpelajaran, murid mendapatkan ruang untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan sastra, bahasa, seni, keterampilan, hingga ruang refleksi dan komunikasi bersama guru.
Salah satu bagian yang menjadi daya tarik adalah Unjuk Kabisa, yang memberikan kesempatan kepada murid untuk menampilkan berbagai potensi yang mereka miliki, mulai dari bernyanyi, menari, bermain musik, membaca puisi, stand-up comedy, hingga memamerkan karya dan keterampilan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana penjaringan dan pemetaan bakat murid di bidang seni, budaya, dan sastra, termasuk sebagai bagian dari pembinaan calon peserta FLS3N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional).
Kepala SMA Negeri 1 Subang, Maman Lesmana SPd MPd menyampaikan bahwa SELINGAN lahir dari kepedulian sekolah terhadap penguatan budaya literasi sekaligus kebutuhan untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi potensi murid.
“Kami melihat bahwa anak-anak SMA Negeri 1 Subang memiliki potensi yang luar biasa. Ada yang memiliki kemampuan dalam bidang seni, seperti menyanyi dan menari, ada yang memiliki kemampuan sastra, budaya, maupun berbagai keterampilan lainnya. Potensi-potensi tersebut harus mendapatkan ruang untuk tumbuh dan berkembang,” ujarnya, Jumat (14/8/2026).
Menurutnya, sekolah tidak ingin literasi hanya dipahami sebagai kegiatan membaca, tetapi sebagai bagian dari proses membangun kemampuan berpikir, berkarya, berkomunikasi, dan mengekspresikan diri.
“Melalui SELINGAN, kami ingin literasi menjadi sebuah kebiasaan yang menyenangkan. Anak-anak membaca bersama, kemudian mereka mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan apa yang mereka pikirkan, menampilkan karya, dan menunjukkan kemampuan terbaiknya. Jadi, membaca membuka jendela pengetahuan, sementara karya menjadi jalan untuk menjalin kebersamaan,” ucapnya.
Ia juga menegaskan rasa bangganya terhadap potensi yang dimiliki murid SMA Negeri 1 Subang. “Saya bangga menjadi bagian dari SMA Negeri 1 Subang Kabupaten Kuningan. Kebanggaan itu semakin kuat ketika melihat anak-anak kita berani tampil dan menunjukkan kemampuannya. Mereka adalah aset sekolah. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukan potensinya, memberikan ruang, membimbing, dan mengantarkan mereka agar mampu berprestasi,” imbuhnya.
Inisiatif tersebut mendapat sambutan positif dari kalangan guru. Diki Septiawan S Pd salah satu guru SMA Negeri 1 Subang, menilai SELINGAN merupakan langkah positif karena mampu menggabungkan penguatan literasi dengan pengembangan potensi murid.
“Saya sangat menyambut positif SELINGAN yang diinisiasi oleh Bapak Kepala Sekolah. Kegiatan ini memberikan ruang kepada anak-anak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menunjukkan bakat, kreativitas, dan kemampuan yang mereka miliki. Saya berharap SELINGAN dapat terus berkembang menjadi budaya positif di SMA Negeri 1 Subang,” tuturnya.
Program SELINGAN juga memberikan ruang komunikasi dan interaksi yang lebih dekat antara murid, wali kelas, guru, dan tenaga kependidikan. Hal tersebut menjadi bagian dari tujuan program untuk mempererat kebersamaan serta membangun ikatan sosial dan emosional di lingkungan sekolah.
Melalui SELINGAN, lanjutnya, SMA Negeri 1 Subang Kabupaten Kuningan ingin membangun budaya sekolah yang tidak hanya mendorong murid untuk gemar membaca, tetapi juga berani berkarya, tampil, berkomunikasi, berkolaborasi, dan saling mengapresiasi.
Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas pembiasaan, tetapi tumbuh menjadi wadah yang menyenangkan untuk meningkatkan minat baca, mempererat kekeluargaan warga sekolah, serta melahirkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, kreatif, dan berbudaya. (eki)