KUNINGAN(MASS) – Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) di Desa Ciniru, Kecamatan Jalaksana. Memasuki hari kedua, Kamis (13/8/2026), api masih belum sepenuhnya padam.
Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan bagi petugas yang berjibaku memadamkan api, tetapi juga berdampak kepada para pemulung yang sehari-hari mencari penghasilan dari sampah di lokasi tersebut.
Salah seorang pemulung, Nana mengaku kehilangan sumber penghasilan sejak kebakaran terjadi. Biasanya, ia bisa mendapatkan uang sekitar Rp 70ribu hingga Rp 80ribu dalam sehari dari hasil memulung barang-barang yang masih memiliki nilai jual.
“Biasanya sehari sekitar Rp 70ribu sampe Rp 80ribu, sekarang karena kebakaran, ngga bisa bekerja dan tidak ada penghasilan,” ungkapnya saat ditemui di lokasi.
Ia berharap kebakaran tersebut dapat segera dipadamkan sehingga kondisi di TPSA kembali aman. Menurutnya, tempat tersebut bukan hanya lokasi pembuangan sampah, tetapi juga menjadi sumber penghidupan bagi pemulung yang menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil memungut barang bekas.
“Saya berharap apinya segera padam supaya bisa bekerja lagi,” harapnya.
Di sisi lain, petugas pemadam kebakaran masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi. Kondisi tumpukan sampah yang cukup banyak membuat proses pemadaman membutuhkan waktu dan penanganan secara maksimal.
Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan pihaknya terus berupaya melakukan pemadaman secepat mungkin. Petugas juga akan bekerja maksimal untuk memastikan api dapat dikendalikan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin dan secepat mungkin untuk bisa memadamkan api,” ujarnya. (raqib)