Pendaki Perempuan Pingsan di Sekitar Puncak Gunung Ciremai, Diduga Tertinggal Rombongan

KUNINGAN (MASS) – Seorang pendaki perempuan ditemukan dalam kondisi pingsan di sekitar area puncak Gunung Ciremai, jalur pendakian Sadarehe – Majalengka, Minggu (9/8/2026). Pendaki tersebut disebut tertinggal dari rombongan pendakiannya.

Peristiwa itu diketahui setelah seorang ranger menemukan pendaki tersebut dalam kondisi tidak sadarkan diri. Dalam video yang beredar, sejumlah ranger terlihat berupaya membangunkan dan memberikan pertolongan kepada pendaki itu.

Ieu urang mendakan jalma pingsan yeuh, Masya Allah. Kumaha ieu nggs kieu, ku baturna ditinggalkeun,” ucap salah satu ranger terdengar dalam video.

Ranger kemudian berupaya menangani kondisi pendaki itu dan melakukan evakuasi agar dapat segera mendapatkan pertolongan.

Peristiwa ini juga diunggah pada akun Instagram @ciremai_via_sadarehe. Dalam postingannanya, akun tersebut menuliskan pesan pengingat bagi para pendaki.

“Jangan tinggalkan teman di gunung,” tulis akun tersebut.

Selain itu, akun ini juga menekankan pentingnya menjaga rekan selama pendakian. “Satu kejadian menjadi pengingat bahwa mendaki gunung bukan hanya tentang mencapai puncak, tapi tentang saling menjaga sampai semua kembali dengan selamat,” tulisnya.

Unggahan tersebut menyebutkan, pendaki ditemukan dalam kondisi pingsan setelah tertinggal dari rombongannya di area puncak.

Pihak pengunggah juga mengingatkan para pendaki agar tidak meninggalkan anggota rombongan yang mengalami kondisi fisik menurun, seperti lemas, pusing, sesak, maupun kehilangan kesadaran. Pendaki diminta untuk mendampingi, mengamankan kondisi korban, serta segera meminta bantuan ranger atau SAR.

Pesan keselamatan juga disampaikan kepada pendaki agar tidak memaksakan diri hanya demi mencapai puncak.

“Stop Fomo. Puncak bisa ditunda, keselamatan jangan,” tulisan akhir dalam postingannanya.

Ketua MPPGC Palutungan, Endun Abdullah, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut pakaian yang dikenakan rangger ini merupakan dari petugas jalur via Sadarehe.

“Muhun leres (iya betul) di jalur Sadarehe upami ningali (kalo lihat) dari seragamnya,” kata Endun. (didin)