Edukasi Bahaya Judi Online, Mahasiswa Dorong Siswa Selamatkan Masa Depan

KUNINGAN (MASS) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nawasena Sangkanurip Universitas Islam Al-Ihya (Unisa) Kuningan menggelar seminar edukasi tentang bahaya judi online (judol) dengan mengusung tema “Stop Judi Online, Selamatkan Masa Depan.”

Kegiatan ini berlangsung di MI Al Islamiyah Bhakti Buana Sangkanurip, Senin (10/8/2026) pagi. Seminar ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada para siswa, khususnya siswa kelas VI, mengenai dampak dan bahaya judi online yang semakin mudah diakses melalui perangkat gadget.

Ketua KKN, Muhammad Farid, mengatakan kegiatan seminar merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa KKN terhadap masa depan generasi muda.

Menurutnya, edukasi mengenai bahaya judi online penting diberikan sejak dini agar para siswa memahami risiko yang dapat ditimbulkan, baik dari sisi ekonomi maupun kehidupan sosial.

“Seminar ini bertujuan untuk menyelamatkan masa depan generasi muda, sekaligus mendorong terciptanya kehidupan ekonomi yang berkelanjutan. Anak-anak perlu memahami bahwa judi online bukan jalan untuk mendapatkan keuntungan, tetapi justru dapat menimbulkan berbagai kerugian,” ujar Farid.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN juga mengajak para siswa berinteraksi melalui sesi tanya jawab. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, mahasiswa memberikan doorprize berupa bingkisan dan uang tunai kepada siswa yang berani menjawab pertanyaan seputar materi yang disampaikan.

Sementara itu, Kepala MI Al Islamiyah Bhakti Buana Sangkanurip, Nunung Nurhasanah, menyambut positif pelaksanaan seminar edukasi tersebut.

Ia berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para siswa, terutama siswa kelas VI, sehingga mereka lebih bijak dalam menggunakan gadget dan tidak terjerumus dalam aplikasi maupun aktivitas judi online.

“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswa mengenai bahaya judi online. Anak-anak perlu diarahkan agar menggunakan gadget untuk hal-hal yang positif dan tidak terpengaruh oleh aplikasi judi online,” ungkap Nunung.

Menurutnya, edukasi mengenai bahaya judi online juga penting untuk diperluas. Tidak hanya menyasar kalangan anak-anak, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan bagi para guru maupun masyarakat di lingkungan sekitar.

Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Nawasena berharap pesan “Stop Judi Online, Selamatkan Masa Depan” dapat terus digaungkan sehingga generasi muda memiliki kesadaran untuk menjauhi judi online dan menggunakan teknologi secara bijak untuk mendukung masa depan yang lebih baik. (didin)