Anak Usia Sekolah yang Tidak Sekolah di Kuningan Masih 7.000-an, Disdik Optimalkan Peran PKBM, Bagi Wilayah Binaan Desa

KUNINGAN (MASS) – Anak usia sekolah yang malah tidak sekolah di Kabupaten Kuningan angkanya ternyata masih cukup banyak, kisaran 7000-an.

Hal itu diungkap langsung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Dr Elon Charlan M Pd, baru-baru ini.

Elon mengungkapkan hal itu di depan para mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan yang hendak dilepas Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke masyarakat, Senin (27/7/2026) lalu.

Tidak hanya mengungkap angka, pasca pelepasan KKN, Kadisdik bicara langkah yang diambil pemerintah untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kuningan, termasuk melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Nah itu, kan kita sekarang polanya PKBM dibagi wilayah binaan desa. Pola pembelajarannya juga gak kaku, yang sedang bekerja biarkan bekerja yang penting diberi tahu tercatat sebagai siswa PKBM,” ujarnya.

Fleksibilitas pembelajaran bahkan bagi yang sudah bekerja itu bukan hal aneh. Pembelajaran sekarang itu, kata Elon, bisa dilakukan secara virtual.

“Kan kalo data tidak bicara soal mutu, data bicara angka berapa orang Kuningan yang punya ijazah,” tegas Elon.

“Kita kan lagi ngejar bagaimana 2029 berakhirnya masa periode Bupati Wabup, paling tidak ya anak usia sekolah yang tidak sekolah itu selesai,” imbuhnya.

Bahkan, Elon juga menargetkan bahwa angka 7.000 anak tidak sekolah itu, bisa selesai tahun ini. Terlebih, penerimaan murid baru untuk PKBM ini, beda dari sekolah umum. PKBM punya pengecualian untuk terus menerima murid.

Di Kabupaten Kuningan sendiri, terdapat 118 PKBM, yang menurut Kadisdik, PKBM itu sudah dibagi zona untuk 376 desa/kelurahan menjadi binaan, untuk mengejar akselerasi ATS. (eki)