Ngaku Anak Alami Masalah Ginjal hingga Harus Dirujuk ke Luar Kota, Ibu Ini Datang ke KIC, Pengen Curhat ke Bupati Tapi.…

KUNINGAN (MASS) – Pemandangan tak biasa di Pos Satpam Kantor Pemerintab Kabupaten (Pemkab) Kuningan (area Islamic Center), terlihat pada Senin (3/8/2026) sore, sekitar 15.00 WIB atau lebih.

Seorang perempuan paruh baya, menggendong bayi perempuan serta menggandeng dua anak -satu anak perempuan dan remaja lelaki-, nampak membuat bingung para petugas security/penjaga.

Usut punya usut, perempuan paruh baya itu ternyata meminta kepada para penjaga agar dipertemukan dengan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si.

Para penjaga nampak bingung, selain jam kantor memang sudah waktunya pulang, Bupati tidak ada di kantor, mereka juga bukan Prokopim atau Aspri yang selalu tahu agenda giat Bupati.

Alhasil, para penjaga harus meyakinkan perempuan itu untuk pulang. Tidak berdaya, tak berwenang apapun. Merena hanya security gedung Pemkab Kuningan.

Kejadian para penjaga dengan perempuan paruh baya serta anak-anak itu menarik perhatian yang lalu lalang. Usut punya usut, perempuan itu mengaku bernama Yuyun, asal Kecamatan Jalaksana.

Saat ditanya, ia mengaku baru saja pulang dari rumah sakit, memeriksa kondisi jantung anak laki-lakinya yang masih usia remaja, F, dan ternyata harus dirujuk ke RSUPN Dr Cipto Mangunkusumo di Jakarta.

“(Abis dari rumah sakit, ada soal ginjal) Kedah dirujuk ka Cipto (harus dirujuk ke RS Cipto),” kata Yuyun, yang kemudian menunjukkan Surat Rujukan dengan diagnosa Rapidly Progressive Nephritic Syndrome. Dari literatue, diagnosa jni merujuk pada sindrom ginjal darurat.

Ia mengaku, ingin menemui Bupati untuk curhat, ia harus bagaimana. Karena meski biaya pengobatannya dicover BPJS, ia mengaku kesulitan ekonomi untuk penunjang lainnya, mulai dari biaya keberangkatan hingga sehari-hari.

Saat ditanya, Yuyun kemudian mengaku punya 4 orang anak, yang salah satunya diasuh oleh nenek, dan itu kenapa ia hanya membawa 3 anak lainnya saat ke KIC.

Anaknya yang mengalami masalah ginjal ini, klaim Yuyun, masih bersekolah di tingkat SLTP di Kecamatan Jalaksana. Yuyun mengaku tinggal di Jalaksana, meski alamat di KTPnya masih di Kecamatan Mandirancan.

Yuyu mengaku datang ke kantor Pemkab Kuningan langsung setelah pemeriksaan dari rumah sakit, bahkan diantar langsung oleh mobil ambulance. Ia memilih ke KIC, karena bingung curhat kemana soal anaknya.

Tadinamah bade ka rumahna terus aya nu masihan terang kadieu (tadinya mau langsung ke rumahnya Bupati, tapi ada yang ngasih tahu ke kantornya aja disini),” kata Yuyun.

Namun perjuangan Yuyun masih nihil hasil. Satpam tak bisa banyak membantu, selain meyakinkannya untuk pulang dan memesankan Grab, karena tidak adanya angkutan umum ke arah kontrakannya di Kecamatan Jalaksana.

“Kita sebagai security mah tidak tahu agenda besok seperti apa, jadi ada atau tidak bisa menjanjikan,” kata salah satu Satpam, yang dipintai tolong Yuyun.

Kuninganmass.com sendiri mengkonfirmasi sekolah anak Yuyun yang perlu dirujuk. Kepsek Toto Dianto, mengiyakan bahwa remaja tersebut adalah siswa di sekolahnya pasca ditunjukkan foto.

“Oh iya setelah lihat poto ini, abdi tiasa memastikan bahwa F leres siswa (saya bisa memastikan bahwa F betul siswa di sekolah kami),” jawabnya.

Meski begitu, soal informasi anak tersebut memiliki masalah ginjal, justru ia mengaku baru tahu dari konfirmasi. Apalagi, sebelum hari Senin, anak tersebut ikut kegiatan perkemahan dan dalam keadaan baik.

“Tapi tidak tahu kalau diluar sepengatahuan saya beliau benar-benar sakit,” ucapnya. (eki)