Workshop Public Speaking Satukan IRMAS se-Kecamatan Jalaksana, Husnul Khotimah Dorong Lahirnya Generasi Muda Percaya Diri Berdakwah

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 26 pengurus Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) dari enam desa di Kecamatan Jalaksana mengikuti Workshop Public Speaking yang diselenggarakan oleh Divisi Humas dan Dakwah Urusan Dakwah dan Alumni Husnul Khotimah, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kampus STIS Husnul Khotimah ini menjadi wadah pembinaan generasi muda agar memiliki kemampuan berbicara di depan umum sekaligus memperkuat sinergi dakwah antar remaja masjid.

Workshop menghadirkan dua materi utama, yaitu Pengetahuan Dasar Public Speaking yang disampaikan oleh Ust. Iyan Mulyana, M.Pd., serta Menjadi MC Formal dan Nonformal yang Menawan oleh Ust. Tia Setiadi, M.Pd.. Seluruh peserta mengikuti sesi materi, praktik, hingga simulasi membawakan acara dengan penuh antusias.

Perkuat Kolaborasi Dakwah Bersama IRMAS
Ketua pelaksana kegiatan, Ust. Iyan Mulyana, M.Pd. selaku Kaur Dakwah dan Alumni menjelaskan, workshop ini merupakan bagian dari upaya mempererat kerja sama antara Husnul Khotimah dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) dan IRMAS di Kecamatan Jalaksana.

“Workshop ini kami prakarsai melalui Divisi Humas dan Dakwah sebagai bentuk kolaborasi dan sinergi bersama remaja masjid serta DKM di Kecamatan Jalaksana. Harapannya syiar Islam terus hidup, berkembang, dan mampu melahirkan kader-kader muda yang memiliki keberanian berbicara di depan publik,” terangnya.

Ia menyampaikan, sebanyak 26 peserta yang merupakan perwakilan pengurus IRMAS dari enam desa mengikuti kegiatan tersebut.

“Kami berharap setelah mengikuti workshop ini akan lahir generasi muda yang percaya diri menjadi MC, presenter, moderator, maupun pembawa acara dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan. Lebih dari itu, semoga ukhuwah, kolaborasi, dan sinergi antara Husnul Khotimah dengan DKM di Jalaksana semakin kuat,” kata Iyan.

Ke depan, sambungnya, program serupa diharapkan dapat diperluas tidak hanya untuk Kecamatan Jalaksana, tetapi juga menjangkau seluruh Kabupaten Kuningan hingga wilayah Cirebon Raya.

“Insyaallah ke depan kami ingin menghadirkan kegiatan seperti ini dalam skala yang lebih luas, baik tingkat Kabupaten Kuningan maupun wilayah III Cirebon, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih banyak remaja masjid,” tukas Iyan.

Bekali Generasi Muda Menjadi Penggerak Dakwah

Sementara itu, Kepala Humas dan Dakwah Husnul Khotimah, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I, dalam sambutan sekaligus motivasinya menegaskan, kegiatan ini dipersiapkan untuk mencetak generasi muda yang siap mengambil peran dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Workshop ini kami siapkan khusus agar generasi muda di wilayah masing-masing memiliki bekal dasar public speaking, minimal mampu menjadi MC pada berbagai kegiatan, baik formal maupun nonformal. Harapan kami, setelah kembali ke daerah masing-masing mereka sudah siap dilibatkan dalam berbagai agenda masyarakat,” jelas Imam.

Ia juga mendorong para peserta untuk terus meningkatkan kemampuan literasi dan menulis.
Diharapkan, setiap peserta tidak hanya mampu berbicara di depan publik, tetapi juga menghasilkan karya tulis.

“Misalnya, menulis pengalaman memakmurkan masjid atau aktivitas dakwah di lingkungannya. Jika satu peserta mampu menulis satu artikel sepanjang tiga hingga empat halaman, maka akan lahir sedikitnya 26 karya dari para remaja masjid. Ini menjadi modal penting dalam membangun budaya literasi di lingkungan dakwah,” paparnya.

Peserta Antusias Ikuti Materi

Pada sesi pertama, Ust. Iyan Mulyana, M.Pd. menyampaikan materi mengenai dasar-dasar public speaking, mulai dari membangun rasa percaya diri, teknik penyampaian pesan, hingga komunikasi yang efektif di hadapan audiens.

Sementara pada sesi kedua, Ust. Tia Setiadi, M.Pd. memberikan pembekalan mengenai teknik menjadi MC formal maupun nonformal yang profesional, menarik, komunikatif, serta mampu menghidupkan suasana acara.

Selain penyampaian materi, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan praktik langsung sehingga mampu mengasah kemampuan berbicara di depan umum.

Kesan Peserta

Salah seorang peserta, Vicki N. dari IRMAS Jalaksana, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru dari workshop tersebut.

“Materinya sangat bermanfaat dan mudah dipahami. Selama ini saya masih kurang percaya diri ketika diminta berbicara di depan umum. Setelah mengikuti workshop ini, saya jadi lebih memahami teknik berbicara yang baik dan termotivasi untuk berani menjadi MC maupun mengisi kegiatan di masjid,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Siti Humairoh dari IRMAS Maniskidul. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda.

“Workshop ini memberikan ilmu yang bisa langsung dipraktikkan. Saya jadi mengetahui bagaimana membangun komunikasi yang baik, mengatur intonasi, dan tampil lebih percaya diri. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan sehingga semakin banyak remaja masjid yang berkembang dan aktif dalam syiar Islam,” ungkap Siti.

Melalui kegiatan ini, STIS Husnul Khotimah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan public speaking, tetapi juga siap menjadi motor penggerak dakwah, literasi, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. (deden/AB)