KUNINGAN (MASS) – SMK Auto Matsuda Kabupaten Kuningan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat, (24/7/2026) kemarin. Kegiatan yang mengusung tema “Building Professionals with Character” tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan, sekaligus memperkuat arah pengembangan sekolah berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
IHT diikuti oleh jajaran Yayasan Raihan Matsuda, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran struktural SMK Auto Matsuda. Rangkaian kegiatan meliputi pembagian surat keputusan, pengukuhan struktural, penyampaian materi pembaruan kurikulum, materi tentang SMK Auto Matsuda sebagai laboratorium industri, kebijakan sekolah, serta pemaparan program kerja sekolah.
Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menyampaikan bahwa IHT harus menjadi ruang penyamaan visi dan langkah seluruh warga sekolah, bukan sekadar kegiatan rutin menjelang tahun ajaran baru.
“IHT ini harus menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran, pelayanan, disiplin, dan budaya kerja sekolah. Guru dan tenaga kependidikan perlu memiliki semangat belajar yang sama karena tantangan pendidikan vokasi terus berkembang. Kita harus memastikan siswa mendapatkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Abdul Muhyi.
Menurutnya, peningkatan kualitas sekolah membutuhkan kolaborasi antara yayasan, pimpinan sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, serta mitra industri.
“Sekolah tidak mungkin berkembang apabila berjalan sendiri-sendiri. Seluruh unsur harus bergerak dalam arah yang sama. Program kerja yang disusun harus benar-benar dapat dilaksanakan, terukur, dan memberikan dampak terhadap peningkatan kompetensi serta karakter peserta didik,” tambahnya.
Ketua Yayasan Raihan Matsuda, Muhammad Raihan Suganda, S.T., menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan atas dedikasi serta loyalitas yang diberikan kepada sekolah dan yayasan.
“Atas nama Yayasan Raihan Matsuda, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan. Keberlangsungan dan perkembangan SMK Auto Matsuda tidak dapat dilepaskan dari kerja keras, loyalitas, kesabaran, dan pengabdian Bapak dan Ibu selama ini,” kata Raihan Suganda.
Dalam kesempatan tersebut, Raihan juga menyampaikan permohonan maaf apabila yayasan belum sepenuhnya mampu memberikan dukungan terbaik bagi guru dan tenaga kependidikan. Namun, ia memastikan yayasan akan terus melakukan pembenahan secara bertahap.
“Kami menyadari masih terdapat harapan dan kebutuhan yang belum dapat dipenuhi secara maksimal. Atas nama yayasan, kami memohon maaf. Namun, kami ingin memberikan keyakinan bahwa yayasan akan terus berproses dan berusaha memberikan dukungan yang lebih baik, baik dalam pengembangan sarana dan prasarana, tata kelola, program pendidikan, maupun kesejahteraan keluarga besar sekolah,” ujarnya.
Raihan menegaskan bahwa sebagai penyelenggara pendidikan, yayasan mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan dan kemajuan sekolah. Karena itu, inovasi akan terus diarahkan pada peningkatan fasilitas, pengembangan program unggulan, penguatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan dunia industri.
“Tidak semua perubahan dapat diwujudkan sekaligus. Namun, selama kita terus bergerak, melakukan evaluasi, dan menjaga kebersamaan, SMK Auto Matsuda akan terus mengalami kemajuan. Kami ingin seluruh guru dan karyawan memiliki optimisme bahwa sekolah ini mempunyai masa depan yang baik,” tegas Raihan.
Kegiatan IHT juga menghadirkan Agus Supriatna, S.Pd., M.Pd., selaku Pengawas SMK Wilayah X Provinsi Jawa Barat. Ia mengisi materi bertajuk “Pembaharuan Kurikulum SMK Masa Kini.”
Dalam paparannya, Agus menekankan bahwa kurikulum SMK harus terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi, perubahan kebutuhan industri, serta karakteristik peserta didik. Menurutnya, sekolah vokasi tidak cukup hanya menyelesaikan materi pembelajaran, tetapi harus memastikan setiap proses pembelajaran menghasilkan kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kurikulum SMK harus adaptif, fleksibel, dan responsif terhadap perkembangan dunia industri. Pembelajaran harus dirancang agar peserta didik tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan, karakter kerja, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan menyelesaikan persoalan nyata,” ujar Agus Supriatna.
Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Raihan Matsuda sekaligus pemateri, H.T. Mamat Robby Suganda, M.A.P., menegaskan bahwa SMK Auto Matsuda harus diarahkan menjadi laboratorium industri. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan bengkel dan peralatan praktik, tetapi juga menghadirkan budaya kerja industri ke dalam lingkungan sekolah.
“Laboratorium industri berarti sekolah menghadirkan standar kerja industri dalam keseharian. Di dalamnya harus ada kedisiplinan, standar mutu, keselamatan kerja, produktivitas, inovasi, pelayanan, tanggung jawab, dan orientasi terhadap kepuasan pengguna,” ujar Mamat Robby Suganda.
Menurutnya, perubahan teknologi otomotif yang berlangsung cepat menuntut sekolah untuk terus memperbarui pembelajaran. Perkembangan kendaraan listrik, kendaraan hibrida, sistem elektronik kendaraan, kecerdasan buatan, serta digitalisasi industri perlu direspons melalui kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan pengembangan fasilitas praktik.
“Dunia industri tidak hanya mencari lulusan yang memiliki nilai akademik. Industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja, menyelesaikan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, beradaptasi, dan terus belajar. Karena itu, pembelajaran di SMK Auto Matsuda harus semakin dekat dengan realitas dunia kerja,” jelasnya.
Mamat Robby Suganda juga menekankan bahwa guru memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan materi di kelas.
“Guru harus menjadi mentor, pelatih, supervisor, dan teladan budaya kerja. Sementara tenaga kependidikan harus membangun pelayanan yang cepat, akurat, transparan, profesional, dan berbasis digital. Seluruh bagian sekolah harus menjadi satu sistem yang mendukung lahirnya lulusan profesional dan berkarakter,” tambahnya. (eki)