Belanja Bansos Masih Minim, Retribusi Masih Jauh dari Target; Realisasi APBD Semester Pertama Tahun 2026

KUNINGAN (MASS) – Dalam laporan realisasi APBD semester pertama tahun 2026 yang disampaikan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, tergambar beberapa target masih jauh dari target, setidaknya 50%.

Meskipun beberapa item baik itu pendapatan daerah ada juga yang melampaui target hingga berkali lipat. Laporan realisasi APBD sendiri disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kuningan, 13 Juli 2026.

Scara umum gambaran realisasi pendapatan maupun belanja daerah mendekati 50%. Namun beberapa item yang cukup mencolok karena jauh dari target, adalah retribusi daerah hingga belanja tanah dan belanja bansos.

Berikut laporan realisasi APBD semester pertama APBD 2026:

Anggaran Pendapatan Daerah Pendapatan Daerah ditargetkan sebesar Rp2.546.377.776.413,00 realisasi sebesar Rp1.259.943.670.885,00 atau 49,48% dengan perincian sebagai berikut:

A. Pendapatan Asli Daerah

Direncanakan sebesar Pendapatan Asli Daerah Rp460.573.884.538,00 realisasi sebesar Rp201.648.198.319,00 atau sebesar 43,78% terdiri dari:

1. Pajak Daerah
Pajak Daerah direncanakan sebesar Rp228.280.617.091,00 realisasi sebesar Rp106.006.590.180,00 atau 46,44%;

2. Retribusi Daerah
Retribusi Daerah direncakan sebesar Rp209.247.741.378,00 realisasi sebesar Rp71.278.257.678,00 atau 34,06%;

3. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan direncanakan sebesar Rp7.497.772.772,00 realisasi sebesar Rp8.355.658.170,00 atau 111,44%;

4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah
Direncanakan sebesar Rp15.547.753.297,00 realisasi sebesar Rp16.007.692.291,00 atau 102,96%

Pencapaian realisasi Pendapatan Asli Daerah yang masih baru mencapai 43,78% di semester ini akan καμι jadikan sebagai motivasi untuk dapat mencapai target anggaran pada semester ke 2 (dua).

B. Pendapatan transfer

Direncanakan sebesar Rp2.036.762.481.892,00 realisasi sebesar Rp1.034.643.710.441,00 atau 50,80% terdiri dari:

1. Pendapatan transfer pemerintah pusat yang direncanakan sebesar Rp1.915.571.183.000,00 realisasi Rp1.003.602.363.788,00 atau 52,39%, yaitu dana desa direncanakan sebesar Rp117.541.587.000,00 realisasi sebesar Rp58.978.320.800,00 atau 50,18%.

2. Pendapatan transfer antar daerah yang direncanakan sebesar Rp121.191.298.892,00 realisasi sebesar Rp31.041.346.653,00 atau 25,61%.

C. Lain-lain pendapatan daerah yang sah

Direncanakan sebesar Rp49.041.409.983,00 realisasi sebesar Rp23.651.762.125,00 atau 48,23% yang merupakan dana kapitasi jkn.

Anggaran belanja daerah direncanakan sebesar Rp2.559.195.230.506,00, realisasi sebesar Rp1.114.436.066.044,00 atau 43,55% yang terdiri dari:

A. Belanja operasi

Belanja operasi direncanakan sebesar Rp2.151.420.696.655,00 realisasi sebesar Rp946.695.428.718,00 atau 44,00% yang terdiri dari:

1. Belanja pegawai
Direncanakan sebesar Rp1.292.374.070.303,00, realisasi sebesar Rp664.736.246.072,00 atau 51,44%;

2. Belanja barang dan jasa
Direncanakan sebesar Rp779.532.012.818,00 sebesar Rp247.849.841.435,00atau 31,79%; realisasi

3. Belanja bunga
Direncanakan sebesar Rp6.887.125.284,00 sebesar Rp3.176.986.211,00 atau 46,13%; realisasi

4. Belanja hibah
Direncanakan sebesar Rp64.046.137.250,00 realisasi Rp28.728.503.000,00 atau 44,86%;

5. Belanja bantuan sosial

Direncanakan sebesar Rp8.581.351.000,00 realisasi sebesarRp 2.203.852.000,00 atau 25,68%.

B. Belanja modal

Direncanakan sebesar Rp127.924.946.851,00 realisasi sebesar Rp10.933.412.966,00 atau 8,55%.

Adapun rincian belanja modal terdiri dari:

1. Belanja modal tanah direncanakan Rp12.479.480.000,00 realisasi sebesar nihil; sebesar

2. Belanja modal peralatan dan mesin direncanakan sebesar Rp42.607.324.689,00 Rp5.925.299.039,00 atau 13,91%; realisasi sebesar

3. Belanja modal gedung dan bangunan direncanakan sebesar Rp12.921.632.000,00 realisasi Rp850.646.707,00 atau 6,58%;

4. Belanja modal jalan, irigasi dan jaringan yang direncakan sebesar Rp49.718.575.000,00 realisasi sebesar Rp510.000.000,00 atau 1,03%;

5. Belanja modal aset tetap lainnya direncanakan sebesar Rp10.191.335.162,00 dengan realisasi sebesar Rp3.647.467.220,00 atau 35,79%.

Realisasi belanja modal per semester 1 tahun 2026 masih cukup sedikit. Hal ini karena masih berjalannya proses kegiatan-kegiatan pelaksanaan yang membutuhkan waktu sesuai dengan perjanjian kerja.

Pada semester ke dua tahun 2026 kami akan berusaha untuk memaksimalkan pelaksanaan kegiatan terkait belanja modal tersebut sesuai dengan jadwal pelaksanaan program kegiatan tersebut.

C. Belanja tidak terduga

Belanja tidak terduga tahun 2026 dianggarkan sebesar Rp10.900.000.000,00 dengan realisasi sampai dengan semester pertama tahun 2026 sebesar Rp7.291.981.897,00 atau 66,90%. Belanja ini digunakan untuk pengeluaran tidak terduga seperti bencana alam dan pembayaran pengembalian sisa bantuan keuangan provinsi tahun 2015-2023.

D. Belanja transfer

Belanja transfer direncanakan realisasi Rp268.949.587.000,00 dengan sebesar sebesar Rp149.515.242.463,00 atau hanya baru mencapαι 55,59% υαng terdiri dari:

1. Belanja bagi hasil yang direncanakan sebesar 14.658.000.000,00 realisasi sebesar Rp5.285.750.363,00 atau 36,06%, yaitu:

A. Belanja bagi hasil pajak daerah kepada pemerintahan kabupaten/kota dan desa yang direncanakan sebesar Rp13.495.172.768,00 realisasi sebesar Rp5.070.637.003,00 atau 37,57%;

B. Belanja bagi hasil retribusi daerah kabupaten/kota kepada pemerintah desa yang direncanakan sebesar Rp1.162.827.232,00 realisasi sebesar Rp215.113.360,00 atau 18,50%.

Sebesar 2. Belanja bantuan keuangan yang direncanakan sebesar Rp254.291.587.000,00 realisasi Rp144.229.492.100,00 atau 56,72%. Yang terdiri dari belanja bantuan keuangan umum daerah provinsi atau kabupaten/kota kepada desa berupa dana desa yang dianggarkan sebesar Rp254.291.587.000,00 realisasi sebesar Rp144.229.492.100,00 atau 56,72%.

Pembiayaan daerah terdiri dari:

1. Penerimaan pembiayaan daerah

Penerimaan pembiayaan daerah sampai dengan 30 juni 2026, dianggarkan sebesar Rp31.317.454.093.00 yang terealisasi sebesar Rp37.131.660.660,00.

2. Pengeluaran pembiayaan daerah

Direncanakan sebesar Rp18.500.000.000,00 yang terealisasi sebesar Rp6.001.647.993,00 atau sebesar 32,44%.

Berdasarkan realisasi apbd semeter pertama tahun anggaran 2026, diperoleh prognosis 6 (enam) bulan ke depan yang merupakan prediksi apbd dari bulan juli sampai dengan bulan desember 2026 dengan besaran sebagai berikut:

1. Pendapatan daerah diperkirakan untuk 6 (enam) bulan kemudian sebesar Rp1.286.434.105.528,00;

2. Belanja daerah diperkirakan untuk 6 (enam) bulan kemudian sebesar Rp1.444.759.164.462,00;

3. Belanja tidak terduga Rp3.608.018.103,00; perkiraan sebesar

4. Pembiayaan pengeluaran pembiayaan diperkirakan dapat direalisasikan sebesar Rp12.498.352.007,00. Yang merupakan pembayaran utang jangka panjang ke lembaga keuangan bank.

(eki)