KUNINGAN (MASS) – Upaya memperkuat pendidikan Al-Qur’an dan pembinaan karakter peserta didik terus dilakukan MTs Negeri 7 Kuningan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Program Tahsin, Tahfidz Al-Qur’an, dan Pembinaan Keagamaan bersama tiga lembaga mitra, yakni Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Pondok Pesantren Al Madani, dan STIQ Al Multazam, yang berlangsung di Aula MTs Negeri 7 Kuningan, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan ini menjadi tonggak awal kolaborasi strategis antara madrasah dan lembaga pendidikan Islam dalam menghadirkan program-program pembinaan yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai keislaman, pembentukan karakter, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah.
Ketua Panitia, Misnah, S.Pd.I, dalam laporannya menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen MTs Negeri 7 Kuningan untuk memperluas kemitraan strategis dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan, khususnya pada bidang pembinaan Al-Qur’an dan penguatan karakter peserta didik.
“Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata yang memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan, pembinaan karakter, dan pengembangan potensi peserta didik di MTs Negeri 7 Kuningan,” ujarnya.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pelaksanaan program Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, pembinaan karakter dan akhlakul karimah, pelatihan guru, kajian keislaman, munaqasyah dan wisuda tahfidz, pertukaran narasumber, serta pengembangan berbagai program pendidikan lainnya.

Mengemban Amanah Orang Tua
Plt. Kepala MTs Negeri 7 Kuningan, H. Kosasih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa lahirnya kerja sama ini berangkat dari kesadaran madrasah untuk menjaga amanah besar yang diberikan para orang tua kepada lembaga pendidikan.
Menurutnya, orang tua tidak hanya menginginkan anak-anaknya memperoleh prestasi akademik, tetapi juga memiliki keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sebagai bekal kehidupan.
“Kami menyadari bahwa amanah sebesar ini tidak mungkin dijalankan sendiri. Karena itu, kami membuka ruang kolaborasi dengan berbagai lembaga yang memiliki kompetensi di bidangnya. Hari ini menjadi langkah awal kerja sama di bidang pembinaan keagamaan bersama Pondok Pesantren Al Madani, STIQ Al Multazam, dan Pondok Pesantren Husnul Khotimah,” ungkapnya.
Ia berharap MoU tersebut benar-benar diwujudkan dalam program yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi muslim yang dekat dengan Al-Qur’an, berkarakter Islami, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Dakwah Melalui Kolaborasi Pendidikan
Mewakili Yayasan Husnul Khotimah Kuningan, KH. Imam Nur Suharno, M.Pd.I, selaku Kepala Divisi Humas & Dakwah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan MTs Negeri 7 Kuningan kepada Yayasan Husnul Khotimah sebagai salah satu mitra pembinaan.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi seperti ini bukanlah pengalaman pertama bagi Yayasan Husnul Khotimah. Selama ini yayasan telah melakukan berbagai program pembinaan di sekolah-sekolah, mulai dari tingkat SMP, MTs hingga SMA melalui Korp Mubaligh Husnul Khotimah, yang bergerak dalam bidang dakwah dan pelayanan umat.
“Program yang kami lakukan tidak hanya Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, tetapi juga pembinaan karakter, literasi Islam, pelatihan khatib, pelatihan pemulasaraan jenazah, pembinaan remaja masjid, hingga berbagai program dakwah lainnya. Kami meyakini bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberikan manfaat bagi sesama,” tuturnya.
KH. Imam Nur Suharno juga mengingatkan pentingnya keteladanan dalam dunia pendidikan.
“Jika kita ingin anak-anak menjadi pribadi yang saleh, maka kita harus memulai dari diri kita sendiri. Anak adalah cerminan orang tua, dan peserta didik adalah cerminan gurunya. Keteladanan adalah metode pendidikan yang paling efektif,” pesannya.
Apresiasi dari Kementerian Agama
Pengawas Pembina Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Ano Sutarno, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara madrasah dan pondok pesantren merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan Islam.
Ia berharap MTs Negeri 7 Kuningan semakin berkembang dan menjadi inspirasi bagi madrasah-madrasah lain untuk membangun kemitraan yang produktif.
“Program ini juga selaras dengan arah kebijakan Kementerian Agama melalui implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), yang menekankan pentingnya membangun pendidikan dengan nilai kasih sayang, penguatan akhlakul karimah, serta kecintaan kepada Al-Qur’an,” ujarnya.
Harapan Orang Tua
Dukungan terhadap program tersebut juga datang dari Ketua Komite MTs Negeri 7 Kuningan, H. Diding Jahidin, yang mewakili suara para wali murid.
Menurutnya, kerja sama ini merupakan jawaban atas harapan orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga dalam pembinaan keimanan dan akhlak.
“Kami berharap program Tahsin, Tahfidz, dan pembinaan keagamaan ini menjadi bekal terbaik bagi anak-anak kami. Semoga kolaborasi ini terus berlanjut dan menjadi amal jariyah bagi seluruh pihak yang terlibat,” katanya.
Melalui penandatanganan MoU ini, MTs Negeri 7 Kuningan bersama Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kuningan, Pondok Pesantren Al Madani, dan STIQ Al Multazam berkomitmen menghadirkan berbagai program pembinaan yang terukur dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dalam ilmu, kokoh dalam iman, mulia dalam akhlak, serta siap memberikan kontribusi terbaik bagi agama, bangsa, dan masyarakat. (deden/AB)