CIREBON (MASS) – Universitas Bhakti Husada Indonesia (UBHI) menandai perjalanan baru dalam komitmennya terhadap dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. UBHI secara resmi menerima kunjungan Tim Visitasi dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) dalam rangka asesmen lapangan dan tinjauan kesiapan pembukaan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), baru-baru ini. Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret terhadap tingginya kebutuhan nasional akan tenaga medis gigi yang kompeten, merata, dan berkualitas tinggi.
Visitasi dilakukan di Kampus UBHI Pengembangan Ciremai Jl Pangeran Drajat No 40A, Cirebon. Agenda dihadiri langsung oleh Penjabat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman SE, Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan, Ketua Yayasan Pendidikan Bhakti Husada Kuningan Prof. Dr. Hj. Dewi Laelatul Badriah, M. Kes.,AIFO, Pimpinan UBHI.
Hadir juga Tim Pendamping Akademik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (FKG Unpad), termasuk Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad Prof. Dr. Sri Susilawati, drg., M.Kes. Kehadiran FKG Unpad bertindak sebagai komitmen mentorship untuk memastikan seluruh aspek kurikulum dan tata kelola akademik UBHI selaras dengan standar tertinggi pendidikan kedokteran gigi di Indonesia.
Tak hanya dari praktisi akademis, visitasi juga dihadiri oleh pimpinan mitra kerja sama strategis, di antaranya jajaran direksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunung Jati dr. Katibi, M.K.M selaku rumah sakit pendidikan utama, para Ketua PDGI Ciayumajakuning, dan dari sejumlah klinik kesehatan di wilayah Cirebon yang diplot sebagai wahana praktik klinis dan pengabdian masyarakat terintegrasi.
Komitmen Mewujudkan Pendidikan Kedokteran Gigi Berstandar Emas
Dalam sambutan pembukanya, Plh. Rektor UBHI Cecep Heriana, SKM., MPH., Ph.Dmemaparkan bahwa persiapan pembukaan FKG ini merupakan hasil dari perencanaan matang yang mengintegrasikan kesiapan infrastruktur modern dengan pemenuhan regulasi ketat.
“Pendirian Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Bhakti Husada Indonesia bukan sekadar perluasan program studi atau ekspansi institusional. Ini adalah manifestasi dari visi besar kami untuk menjawab tantangan nyata kelangkaan tenaga medis gigi di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat bagian timur dan sekitarnya,” ujar Plh Rektor UBHI.
”Kami menyadari bahwa mencetak seorang dokter gigi membutuhkan ekosistem pendidikan yang tanpa kompromi terhadap mutu. Oleh karena itu, melalui bimbingan intensif dari tim pendamping FKG Unpad, serta dukungan fasilitas klinis prima dari RSUD Gunung Jati dan jaringan klinik mitra, UBHI siap melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teoretis, tetapi juga cekatan, adaptif, dan memiliki empati tinggi dalam melayani masyarakat,” tegasnya lagi.
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah: Penggerak Ekonomi dan Kesejahteraan
Apresiasi dan dukungan penuh juga datang dari jajaran eksekutif daerah. Plh. Bupati Cirebon H. Agus Kurniawan Budiman SE dalam pidatonya menekankan dampak multiplier (efek domino) yang signifikan dari kehadiran institusi pendidikan kedokteran baru bagi kemajuan wilayah Kabupaten Cirebon.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon memberikan dukungan moril dan materiil yang sepenuhnya atas ikhtiar mulia UBHI dalam membuka Fakultas Kedokteran Gigi. Bagi kami, ini adalah lompatan besar bagi indeks pembangunan manusia (IPM) di wilayah Cirebon. Kehadiran FKG UBHI tidak hanya akan memperkuat aksesibilitas pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi masyarakat lokal, tetapi juga memposisikan Cirebon sebagai pusat pemikir dan inovasi medis baru di Jawa Barat. Kami berharap kerja sama dengan RSUD Gunung Jati dan klinik-klinik lokal ini menciptakan sistem kesehatan yang tangguh, di mana putra-putri daerah bisa belajar dan langsung berkontribusi memajukan derajat kesehatan tanah kelahirannya,” ungkap Plh. Bupati Cirebon.
Standardisasi Mutu dan Pemerataan SDM dari Kemenkes RI
Sebagai lembaga regulator, Kemenkes RI yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Tenaga Kesehatan (Direktorat SDM Kesehatan) Direktur Penyediaan SDM Kesehatan KEMENKES RI Anna Kurniati, SKM, MA, PhD menjabarkan pandangan strategis pemerintah pusat mengenai pentingnya menjaga mutu lulusan sejak dari hulu atau proses seleksi dan pembelajaran di bangku kuliah.
“Kementerian Kesehatan saat ini tengah fokus pada pilar transformasi SDM Kesehatan, di mana fokus utamanya adalah pemenuhan, pemerataan, dan peningkatan mutu tenaga kesehatan di seluruh pelosok negeri. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada UBHI yang telah menunjukkan keseriusan luar biasa dalam mempersiapkan pembukaan FKG ini.
Visitasi lapangan ini ditujukan untuk memvalidasi bahwa instrumen pendidikan—mulai dari rasio dosen, kurikulum, ketersediaan wahana praktik di RSUD Gunung Jati, hingga standardisasi sarana penunjang—telah memenuhi asas kepatuhan mutu yang digariskan negara. Dengan pendampingan dari FKG Unpad yang reputasinya sudah tidak diragukan lagi, kami optimistis FKG UBHI kelak mampu mencetak dokter gigi masa depan yang siap menjawab tantangan global namun tetap membumi dalam pengabdian,” paparnya.
Tinjauan Lapangan yang Komprehensif
Selepas sesi seremonial dan pemaparan borang kesiapan, agenda utama dilanjutkan dengan inspeksi dan verifikasi faktual lapangan. Didampingi secara ketat oleh Tim Pendamping dari FKG Unpad, Tim Visitasi Kemenkes RI meninjau berbagai fasilitas vital yang telah disiapkan oleh UBHI, antara lain:
- Laboratorium Pre-Klinis dan Skill Lab: Pemeriksaan kelayakan phantom (manekin simulasi gigi) dan kecukupan ruang praktikum mahasiswa.
- Ruang Kuliah Teori & Diskusi Tutorial: Evaluasi sarana prasarana penunjang pembelajaran interaktif berbasis teknologi informasi.
- Fasilitas Kemitraan Klinis: Peninjauan kesiapan infrastruktur pendukung di rumah sakit jejaring dan dental unit yang disiapkan khusus untuk fase profesi (koas).
Seluruh rangkaian proses verifikasi berjalan dengan lancar dan interaktif, ditutup dengan sesi diskusi panel untuk merumuskan rekomendasi strategis demi penyempurnaan implementasi akademik ke depan.
Dengan berakhirnya kunjungan visitasi ini, Universitas Bhakti Husada Indonesia berkomitmen penuh untuk segera mengintegrasikan seluruh masukan dari tim asesor demi mempercepat keluarnya izin operasional resmi, sehingga Fakultas Kedokteran Gigi UBHI dapat segera membuka pendaftaran mahasiswa baru dan berkontribusi nyata bagi ketahanan kesehatan bangsa. (eki/AB)