KUNINGAN(MASS) – Pasca-kegagalan di babak final Liga 4 Piala Presiden 2026, head coach Pesik Kuningan langsung angkat bicara. Manajemen tim tidak ingin larut dalam kesedihan dan memilih untuk langsung memetakan evaluasi menyeluruh.
Pelatih Kepala Pesik Kuningan, Coach Dian Okta, membeberkan mengenai pertandingan saat itu. Walaupun secara jalannya laga mendominasi, dirinya menyoroti terjadinya gol tunggal yang memupuskan harapan juara Laskar Kuda Ciremai.
“Untuk permainan betul kita jauh lebih dominan ada peluang banyak tercipta, sebenarnya banyak yang saya tahan untuk tidak berkomentar di sini tapi, untuk kebobolan kemarin ya akan kita evaluasi,” tuturnya kepada Kuninganmass.com Minggu (12/7/2026).
Coach Dian menjelaskan gol lawan murni lahir dari kesalahan komunikasi. Ada koordinasi yang berjalan kurang baik di lini belakang antara dua pemainnya, yakni Zia dan Gian. Kesalahan komunikasi tersebut berhasil dimanfaatkan dengan sangat cepat oleh para pemain Pasuruan United untuk merebut bola.
“Komunikasi antara Zia dan Gian yang tidak bagus ahirnya boleh dapat sama lawan kemudian mereka langsung longpass terus bola atas ke striker dan duel satu lawan satu,” tambahnya.
Lawan kemudian langsung melepaskan umpan jauh ke lini depan yang mengarah tepat ke striker mereka. Ia menilai keputusan penjaga gawang, Rio, yang memilih untuk keluar dari sarangnya kurang tepat. Keputusan instan yang kurang jeli dalam membaca arah bola tersebut menjadi penyebab utama terjadinya gol di menit ke-80.
“Keputusan Rio yang menurut saya tidak tepat memutuskan keluar itu menjadi penyebab gol kemarin,” tambahnya.
Kendati demikian, sang pelatih tidak ingin menyalahkan para pemainnya secara berlebihan atas hasil minor tersebut. Menurutnya, kegagalan ini merupakan bagian penting dari proses tumbuh kembang para pemain, baik secara individu maupun kekompakan tim.
“Tapi terlepas itu itu normal dan hal yang wajar itu bagian dari tumbuh kembangnya mereka secara individu dan tim nanti jadi bahan bagi kita untuk perbaikan,” pungkasnya. (raqib)