Klinik Pratama Husnul Khotimah Pastikan Santri Baru Sehat dan Siap Belajar

KUNINGAN (MASS) – Klinik Pratama Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, menyelenggarakan kegiatan Screening Kesehatan Santri Baru Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat dan Sabtu, 10 dan 11 Juli 2026. Pelaksaan pemeriksaan secara terpisah, santri putra pada hari Jumat dan santri putri pada hari Sabtu. Kegiatan tersebut berlangsung di Klinik Husnul Khotimah dan diikuti oleh santri baru jenjang MTs sejumlah 105 santri putra dan 332 santri putri dan jenjang MA sejumlah 306 santri putra dan 97 santri putri.

Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan santri serta memastikan seluruh santri berada dalam kondisi fisik yang optimal untuk mengikuti proses pendidikan dan pembinaan di pondok pesantren juga sekaligus pembuatan medical record elektronik baru untuk santri baru.

Screening kesehatan dilaksanakan oleh tenaga medis Klinik Husnul Khotimah. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk jenjang santri MTs meliputi pengukuran berat badan dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Dan bila ditemukan kelainan maka akan dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti rontgen, cek lab, konsultasi ke poli gigi dan konsultasi gizi. Sedangkan pemeriksaan untuk jenjang MA, ditambah dengan pemeriksaan lab. urine untuk memeriksa amphetamine dalam urine.

Kepala Unit Kesehatan Klinik Husnul Khotimah, H.Mustopa, M.Kep.Ns., PhD. berharap dari kegiatan screening ini mendapatkan gambaran yang lebih lengkap profil kesehatan santri baru untuk perencanaan program kegiatan klinik pratama Husnul khotimah dan antisipasi intervensi jangka pendek terkait hasil skreening kesehatan santri baru.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, mayoritas santri baru dinyatakan dalam kondisi sehat. Bagi santri yang ditemukan memiliki indikasi keluhan kesehatan, tim medis akan melakukan pemantauan lanjutan dan memberikan rekomendasi tindak lanjut seperti rontgen, cek lab, konsultasi ke poli gigi dan konsultasi gizi.

Pihak pondok berharap melalui kegiatan ini, seluruh santri dapat menjalani kegiatan belajar dan pembinaan dengan lebih sehat, disiplin, dan produktif. (deden/AB)