KUNINGAN (MASS) – MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan menggelar In House Training (IHT) bagi seluruh guru selama dua hari, Kamis–Jumat (9–10/2026), sebagai langkah strategis mempersiapkan pembelajaran pada tahun ajaran baru. Mengusung tema “Mewujudkan Pembelajaran Mendalam melalui Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Integrasi Kurikulum AQIL”, pelatihan ini menitikberatkan pada peningkatan kompetensi guru sekaligus penguatan budaya mutu di lingkungan madrasah.
Mudir Ma’had HK2, KH. Fauzi Muhammad Ali, menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar konsep pembelajaran, melainkan cara pandang dalam mendidik peserta didik.
“Kurikulum Cinta ibarat seorang suami yang mencintai istrinya. Untuk menjaga kualitas, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas lembaga,” ujarnya saat membuka kegiatan.
Ia menambahkan, hubungan guru dengan santri harus dibangun layaknya sebuah keluarga yang dipenuhi kasih sayang. Menurutnya, suasana tersebut akan melahirkan kecintaan santri terhadap ilmu pengetahuan, buku, dan penghormatan kepada guru sebagai fondasi utama proses pendidikan.
Kepala MTs HK2, Ayip Miftahuddin, S.Pd., Gr., mengapresiasi kekompakan seluruh civitas madrasah yang kembali menguat setelah menghadapi berbagai tantangan pada tahun sebelumnya.
“Terima kasih atas kerja samanya. Tahun lalu kita mengalami badai, alhamdulillah bisa melewatinya dan kini kita kembali solid dengan tim yang baru,” katanya.
Ayip menjelaskan, penggunaan nama In House Training mencerminkan komitmen madrasah untuk mengembangkan kapasitas guru melalui kekuatan sumber daya internal. Karena itu, sebagian besar materi disampaikan oleh tim internal madrasah dan pesantren.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi bekal penting menghadapi implementasi tiga pendekatan kurikulum yang akan berjalan bersamaan pada tahun ajaran baru, yakni Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta, dan Kurikulum AQIL.
“Hari pertama diisi penuh dengan penyampaian materi, sedangkan hari kedua difokuskan pada praktik hingga setiap peserta menghasilkan produk berupa modul ajar atau silabus,” jelasnya.
Selain peningkatan kompetensi akademik, Ayip juga mengajak seluruh guru membangun budaya disiplin. Ia menekankan pentingnya ketepatan waktu saat masuk kelas.
Pelatihan menghadirkan Ano Sutarno, Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Kuningan Wilayah Kuningan Utara, sebagai narasumber utama. Materi juga disampaikan oleh Ustadz Sanan, M.Pd., bersama Tim Internal serta Tim Unit Penjamin Mutu Pesantren Husnul Khotimah.
Melalui pelatihan selama dua hari ini, MTs Husnul Khotimah 2 Kuningan menargetkan seluruh guru tidak hanya memahami arah kebijakan kurikulum terbaru, tetapi juga mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang siap diterapkan sejak hari pertama tahun ajaran baru. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kualitas pembelajaran yang mendalam, berkarakter, dan selaras dengan nilai-nilai kepesantrenan. (deden/AB)