PDRB Masih Rendah, Analis Dorong Kuningan Optimalkan Potensi Energi dan Pariwisata

KUNINGAN (MASS) – Kabupaten Kuningan dinilai masih memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Meski berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2025 nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Kuningan berada di posisi kedua terendah di antara kabupaten di Jawa Barat, kondisi tersebut justru dinilai menyimpan ruang pertumbuhan yang masih sangat terbuka.

Pandangan tersebut disampaikan analis bisnis dan konsultan strategi asal Kuningan, Atsalabi Dimas. Menurutnya, rendahnya nilai PDRB bukan semata-mata menunjukkan keterbatasan, melainkan peluang bagi daerah untuk bertumbuh lebih cepat melalui pengembangan sektor-sektor potensial.

“Saya melihat data ini dari sisi yang positif. Kuningan masih memiliki ruang yang luas untuk tumbuh dan berkembang menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat,” ujar Dimas, Minggu (5/7/2026).

Dimas, yang pernah terlibat dalam berbagai proyek bersama sejumlah menteri, investor, serta perusahaan berskala internasional, menilai sektor energi dan pariwisata dapat menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan di masa mendatang.

Di sektor energi, ia menilai potensi panas bumi di kawasan Gunung Ciremai masih layak untuk dikaji kembali seiring perkembangan teknologi.

“Kajian terdahulu mungkin belum menunjukkan kelayakan ekonomi, tetapi teknologi terus berkembang. Tidak ada salahnya membuka kembali ruang diskusi dan melihat apakah peluang tersebut kini lebih memungkinkan,” ucapnya.

Selain panas bumi, Bendungan Kuningan juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pembangkit listrik tenaga air skala kecil atau Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yang dapat menjadi sumber energi terbarukan bagi daerah.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pengembangan energi panas bumi, Dimas menegaskan bahwa setiap proses pembangunan harus melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan.

“Setiap pengembangan harus berjalan bersama masyarakat. Pengalaman saya mempelajari investasi perusahaan-perusahaan Jepang menunjukkan bahwa keterlibatan warga lokal menjadi salah satu faktor penting keberhasilan sebuah investasi,” ujarnya.

Selain energi, sektor pariwisata juga dinilai masih menyimpan potensi besar. Dengan bentang alam yang didominasi kawasan pegunungan serta keberadaan Gunung Ciremai, Kuningan dinilai memiliki peluang untuk mengembangkan lebih banyak destinasi wisata berbasis alam, termasuk pembangunan resort yang menyasar wisatawan segmen menengah hingga atas.

“Kuningan memiliki modal alam yang kuat. Dengan pengembangan yang tepat, sektor pariwisata dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Dimas menilai Kabupaten Kuningan dapat mengambil peran strategis dalam mendukung perkembangan kawasan Rebana yang saat ini terus berkembang, terutama melalui kontribusi di sektor energi dan pariwisata.

“Kawasan sekitar seperti Subang dan Majalengka sedang bertumbuh pesat. Kuningan dapat mengambil peran sebagai daerah penyangga yang menyediakan alternatif destinasi wisata sekaligus mendukung kebutuhan pengembangan wilayah secara lebih luas,” tuturnya.

Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan putra daerah terus diperkuat guna mendorong lahirnya investasi serta membuka peluang ekonomi baru di Kabupaten Kuningan.

“Saya optimistis Kuningan memiliki masa depan yang cerah. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi dan keberanian untuk mulai mengembangkan potensi-potensi yang selama ini belum dimaksimalkan,” tutupnya. (didin)