KUNINGAN (MASS) – Meski tak jadi dihadiri Bupati Kuningan padahal sudah masuk agenda, kunjungan BAZNAS RI –yang kerap disebut tangan kiri pemerintah- ke Kabupaten Kuningan tetap berjalan pada Sabtu (4/7/2026) sore.
Pimpinan BAZNAS RI sendiri, datang ke Kabupaten Kuningan untuk melihat langsung Graha Berdaya yang ada di Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi.
Graha Berdaya sendiri merupakan tempat komunitas disabilitas mental, yang dibina hingga bisa berdaya. Bahkan, dengan keterbatasannya, mereka mampu memproduksi Batik Ciprat.
Dalam kunjungan BAZNAS RI itu, nampak mereka didampingi oleh para pimpinan BAZNAS Kuningan, Camat Garawangi serta Perangkat Desa Tambakbaya. Mereka melihat langsung aktivitas komunitas disabilitas, termasuk saat membuat batik ciprat.

Pembina Graha Berdaya Tambakbaya, Lukman, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Tambakbaya Kecamatan Garawangi, menyebut kedatangan BAZNAS RI ini bagian dari monitoring lembaga binaan.
“Dua bulan lalu memberikan bantuan permodalan usaha, sekarang monitoring. (Produksi batiknya baru berjalan dua bulan pak?) Kalo batik cipratnya udah lama, dari tahun 2025, September,” akunya.
Dikatakan, setiap harinya komunitas disabilitas setidaknya produksi 5 hingga 15 pcs sesuai kemampuan mereka. Penderita disabilitas itu menciprat pola hingga mewarnai kain di Graha Berdaya.
Hasilnya, satu potong kain yang sudah bermotif itu dijual dengan harga mulai Rp 175 ribu per 2,5 * 1 meter, tergantung kualitas bahan kain.
Penjualan kain batiknya pun masih terbatas, ada yang datang langsung dan membeli, ada pula yang dipesan. Dari lembaga/kedinasan pun cukup banyak yang membeli.
Pelatihan membatik sendiri ternyata bagian dari terapi vokasional yang ada di Graha Berdaya. Saat ini, Graha Berdaya menampung sekitar 53 penderita disabilitas mental, meskipun daya tampung maksimalhya hanya sekitar 45 orang. (eki)