22 Tim Kecamatan Meriahkan Cabor Orado pada Porpemdes III Kabupaten Kuningan

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 22 tim dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan ambil bagian dalam pertandingan cabang olahraga Domino Indonesia (Orado) pada ajang Pekan Olahraga Perangkat Desa (Porpemdes) III Kabupaten Kuningan. Pertandingan berlangsung di J&J, Sabtu (4/7/2026).

Ketua Pengurus Cabang Orado Kabupaten Kuningan, dr Agah Nugraha, menyampaikan apresiasi kepada panitia Porpemdes yang telah memberikan kepercayaan kepada Orado sebagai salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan.

“Terima kasih kepada panitia Porpemdes yang telah mempercayakan Orado menjadi bagian dari ajang ini. Kejuaraan ini juga menjadi momentum untuk menjaring atlet-atlet potensial dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kuningan,” ujarnya.

Menurut Agah, panitia awalnya membuka pendaftaran untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Kuningan, yakni sebanyak 32 Kecamatan. Dari 22 tim yang mendaftar, empat tim dinyatakan walk over (WO) karena tidak hadir sesuai jadwal pertandingan. Meski demikian, pelaksanaan kompetisi tetap berjalan lancar.

Ia menilai kejuaraan tersebut menjadi langkah awal dalam pembinaan atlet Orado di daerah. Melalui kompetisi ini, potensi para pemain dapat teridentifikasi untuk dipersiapkan mengikuti ajang yang lebih tinggi.

Agah juga mengungkapkan, Pengurus Besar (PB) Orado bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) pusat dan provinsi tengah membahas proses legalitas agar Orado dapat menjadi cabang olahraga resmi di bawah naungan KONI.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat legalitasnya selesai sehingga Orado dapat dipertandingkan secara resmi dalam event olahraga di bawah KONI,” katanya.

Di tingkat daerah, Pengcab Orado Kuningan juga mulai membentuk klub-klub sebagai wadah pembinaan atlet. Ke depan, klub-klub tersebut direncanakan mengikuti kompetisi liga yang berada di bawah pembinaan Pengcab Orado Kuningan.

Selain itu, pihaknya berencana memperluas sosialisasi olahraga domino ke kalangan pelajar, meski saat ini masih dalam tahap promosi.

Agah menegaskan bahwa Orado merupakan olahraga yang mengedepankan strategi dan kemampuan berpikir. Sebelum pertandingan dimulai, seluruh peserta juga mengikuti technical meeting untuk memahami regulasi yang berlaku.

Sementara itu, Dewan Juri, Rian Maulana, mengatakan seluruh pertandingan menggunakan peraturan resmi yang telah ditetapkan PB Orado sehingga berlaku sama di seluruh Indonesia.

“Regulasi yang digunakan merupakan aturan nasional. Kami hanya menerapkan ketentuan dari PB Orado agar ke depan olahraga domino dapat berkembang secara profesional,” jelasnya.

Menurut Rian, Pengprov Jawa Barat bersama PB Orado juga tengah menyiapkan sistem lisensi bagi wasit agar seluruh pertandingan dipimpin oleh perangkat pertandingan yang memiliki sertifikasi resmi. Masyarakat yang berminat menjadi wasit dapat mendaftarkan diri melalui Sekretariat Pengcab Orado Kuningan di Perum Ancaran untuk mengikuti pembinaan sebelum program lisensi diberlakukan.

Panitia teknis, Adrian Suwari Permana, mengatakan keikutsertaan Orado dalam Porpemdes tahun ini merupakan yang pertama. Ia berharap cabang olahraga tersebut dapat menjadi agenda rutin pada penyelenggaraan Porpemdes berikutnya.

“Dari sisi pelaksanaan tidak ada kendala berarti. Hanya saja beberapa peserta terlambat hadir sehingga empat tim dinyatakan WO,” katanya.

Adrian menjelaskan pertandingan menggunakan sistem dua kemenangan (best of three) sejak babak awal hingga final. Khusus perebutan juara ketiga pada pertandingan ini berlangsung satu kali kemenangan sesuai ketentuan dari PB Orado. (didin)