Produktivitas Capai 61,21 Kuintal Per Hektare, Kuningan Jadi Pusat Gerakan Tanam Serentak Padi Jawa Barat

KUNINGAN (MASS) – Desa Pasawahan Kecamatan Pasawahan Kabupaten Kuningan menjadi pusat pelaksanaan Gerakan Tanam Serentak Padi Provinsi Jawa Barat dalam aksi nasional yang digelar secara serentak di 27 provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Indonesia, Jumat (3/7/2026) kemarin. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi nasional Kementerian Pertanian untuk mempercepat musim tanam, meningkatkan produksi padi, dan memperkuat target swasembada pangan nasional.

Secara nasional, Gerakan Tanam Serentak dipusatkan di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, sementara Provinsi Jawa Barat mempercayakan Kabupaten Kuningan sebagai titik pusat pelaksanaan tingkat provinsi. Seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Barat mengikuti kegiatan ini secara hybrid melalui integrasi pelaksanaan di lapangan dan konektivitas daring secara serentak.

Gerakan tanam difokuskan pada lahan hasil optimalisasi lahan (oplah) sebagai langkah konkret mempercepat peningkatan indeks pertanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif, serta meningkatkan produksi beras nasional secara berkelanjutan.

Kepala BBPMKP sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan BBPMKP dan Brigade Pangan, Sukim Supandi SSos MM, melaporkan bahwa total luas tanam serentak di Jawa Barat pada hari tersebut mencapai 849 hektare, dengan kontribusi Kabupaten Kuningan seluas 93 hektare.

“Gerakan tanam serentak secara hybrid merupakan bentuk konsolidasi program nasional yang terintegrasi dan dapat dipantau secara real time. Langkah ini bertujuan mempercepat indeks pertanaman, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, serta meningkatkan produksi padi secara berkelanjutan. Dengan dukungan benih unggul, alat dan mesin pertanian, serta pendampingan intensif, kami optimistis Jawa Barat akan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu penyangga utama swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani SH MKn, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas berbagai dukungan program dan fasilitasi yang terus diberikan kepada sektor pertanian Kabupaten Kuningan.

“Dukungan pemerintah melalui program optimalisasi lahan, penyediaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta berbagai bantuan sarana produksi menjadi energi baru bagi petani untuk meningkatkan produktivitas. Gerakan tanam serentak ini merupakan wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung percepatan tanam, peningkatan produksi, dan terwujudnya swasembada pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu prioritas pembangunan Presiden Republik Indonesia. Kuningan siap menjadi bagian dari solusi,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr Wahyu Hidayah MSi, mengatakan kinerja sektor pertanian Kabupaten Kuningan terus menunjukkan tren yang positif.

“Hingga Mei 2026, luas tanam padi di Kabupaten Kuningan telah mencapai 28.344 hektare, dengan luas panen 27.478 hektare. Produktivitas rata-rata mencapai 61,21 kuintal per hektare, sehingga menghasilkan produksi sebesar 168.197 ton. Capaian ini menunjukkan bahwa sistem produksi padi di Kabupaten Kuningan berada pada jalur yang stabil dan terus meningkat,” jelasnya.

Menurut Wahyu, Gerakan Tanam Serentak menjadi momentum penting untuk mempercepat produksi pada musim tanam berikutnya melalui optimalisasi lahan dan peningkatan indeks pertanaman.

“Dengan dukungan benih unggul, mekanisasi pertanian, pengelolaan air yang semakin efisien, serta pendampingan penyuluh di lapangan, kami optimistis produktivitas akan terus meningkat. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan,” ujarnya. (eki)