Ali Akbar dan Masuri Gonjes Islah, PPP Berani Berubah dan Siap Merebut Minimal 5 Kursi

KUNINGAN (MASS) – Partai-partai berkategori besar dan menengah, mulai saat ini harus memasang alarm waspada. Pasalnya, PPP di Kuningan mulai bangkit dengan semangat baru. Ini setelah 2 pentolan partai berlambang ka’bah tersebut islah dan siap menggilas tantangan politik yang ada di depan mata. 

Rekonsiliasi di tubuh PPP Kuningan terjadi pasca terbitnya SK DPP yang menjatuhkan putusan Ali Akbar sebagai ketua baru, Masuri Gonjes sebagai sekretaris dan H Eman sebagai bendahara. Di Sekretariat DPC Rabu (24/6/2026), ketiganya tampak solid bahkan menyatakan berani berubah untuk kemenangan partai. 

“Dengan struktur dan wajah baru, ini menjadi sinyal kuat bagi kita untuk menata ulang dan mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2029. PPP harus berani berubah. Tak bisa andalkan pola lama karena kondisi sekarang kita menghadapi tantangan politik modern dimana generasi saat ini sudah berbeda. Kita wajib adaptif agar diterima kalangan muda,” tegas Ali Akbar. 

Ali berterimakasih kepada para senior yang telah mampu mempertahankan eksistensi partai ditengah gerusan zaman. Seperti dr Toto Taufikurohman Kosim, mantan ketua DPC yang telah membimbing para juniornya, kemudian menyerahkan estafeta kepengurusan. Begitu juga senior lainnya seperti H Momon Suherman dan Uus Yusuf alias bebeb Jius. 

“Alhamdulillah saya sudah bersilaturahmi kepada beliau-beliau. Mereka memberikan semangat dan arahan kepada kita-kita pengurus baru agar PPP kedepan lebih baik dan lebih besar,” ungkap politisi asal Cibingbin yang menjabat ketua fraksi di parlemen daerah itu. 

Adapun soal perseturuan di internal partai yang terjadi sejak Muscab 11 April lalu, bagi Ali, dinamika itu sebuah keniscayaan. Dinamika akan selalu ada, tinggal bagaimana sebagai seorang insan politik memiliki kedewasaan dalam menyikapinya. Ketika putusan sudah keluar maka siapapun harus menaatinya. 

“Saya dengan pak Masuri, ataupun dengan pak dokter Toto, tidak ada masalah. Kita solid. Beginilah komposisi yang diputuskan. Mulai hari ini saya pastikan tidak ada faksi di tubuh PPP Kuningan. Kalau kemarin kita berdinamika, maka sekarang kita solid untuk menghadapi tantangan kedepan,” tandas Ali Akbar. 

Masuri Gonjes yang ditunjuk sebagai sekretaris DPC mengiyakan apa yang diutarakan Ali Akbar. Baginya, lumrah jika terjadi dinamika atau perbedaan. Bahkan ia mengutip sebuah hadits yang intinya menyebutkan, perbedaan itu lumrah, dan jadikan itu sebagai rahmat. Yang menurutnya tidak boleh, menjadikan perbedaan sebagai pemercik perpecahan. 

“Kita tidak menampik kemarin ada dinamika, silang pendapat. Tapi alhamdulillah berkat kedewasaan dan memiliki prinsip yang sama, dengan sadar diri kita islah, berekonsiliasi. Kalau tidak salah, QS Ali Imron 103 mengamanatkan agar kita wajib berpegang teguh pada jalan Allah SWT atau nilai-nilai-Nya. Tak boleh bercerai berai,” ungkap Gonjes. 

Dinamika kemarin, imbuhnya, dijalani dengan kedewasaan. Dan dengan terbitnya SK DPP, maka siapapun harus legowo menerima dan bersama-sama membawa PPP menuju kemenangan. Minimalnya, tegas Masuri, PPP mampu merebut 5 kursi pada pemilu mendatang. 

“Jadi kaitan pertanyaan rekonsiliasi tadi, kita dengan sangat sadar menyatakan bahwa betul sudah sepakat islah dan bersama-sama memajukan PPP. Agenda mendesak sudah di depan mata. Kita musti menyempurnakan struktur pengurus baik PAC sampai pengurus ranting,” pungkasnya. (deden)