SUBANG (MASS) – Jalan Cidahu–Luragung sepanjang 2,8 kilometer bakal dikucur dana pusat. Kepastian itu muncul setelah Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi dengan total investasi APBN sebesar Rp5,41 triliun. Termasuk Kabupaten Kuningan yang memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp10,8 miliar.
Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri peresmian Program Inpres Jalan Daerah melalui Zoom Meet di Lembur Pakuan, Kabupaten Subang, bersama Gubernur dan sejumlah bupati dan walikota Jabar, Selasa (23/6/2026). Peresmian secara nasional dipusatkan di Kabupaten Sampang-Madura, Jawa Timur.
Dalam kesempatan itu, Bupati Dian didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Ir. I. Putu Bagiasna, MT. dan Kabid Bina Marga, Teddy Sukmajayadi,S.T.,M.Si.
Menurut Bupati Dian, Program Inpres Jalan Daerah merupakan bukti perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di daerah. Termasuk kepada 17 kabupaten/kota di Jawa Barat yang menerima program tersebut, khususnya Kabupaten Kuningan.
“Alhamdulillah, Kabupaten Kuningan mendapatkan dukungan melalui Program Inpres Jalan Daerah. Ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Terimakasih Pak Presiden atas program Inpres jalan daerah yang diberikan untuk Kuningan,” kata Dian.
Ruas yang akan ditangani meliputi segmen Desa Cihideung Hilir–Getrak–Desa Gunung Karung dengan lebar jalan 5 meter. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bina Cipta Utama pada pekan ketiga November selesai akhir Desember 2025.
Adapun sisa penanganan segmen Gunung Karung–Luragung sepanjang 2,5 kilometer direncanakan diselesaikan pada tahun 2026 melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Jalan dengan pagu anggaran sekitar Rp 5 miliar.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembangunan jalan daerah merupakan langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
“Kita bertekad tidak boleh ada daerah tertinggal karena akses terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” ujar Prabowo.
Menurut Presiden, jalan daerah merupakan urat nadi perekonomian rakyat karena menjadi sarana distribusi hasil pertanian, perkebunan, perikanan, serta berbagai produk masyarakat menuju pasar dan pusat distribusi.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menjelaskan, Program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 didukung investasi APBN sebesar Rp5,41 triliun yang difokuskan untuk meningkatkan konektivitas antara kawasan produksi, pasar, jalan nasional, kawasan permukiman, dan pusat pelayanan masyarakat. (eki)