KUNINGAN (MASS) – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 1 Kuningan memasuki tahap akhir. Setelah pelaksanaan SPMB Tahap 1 selesai, sekolah masih menyisakan 10 kursi yang akan diperebutkan pada Tahap 2.
Ketua SPMB SMAN 1 Kuningan, Yati Rohmayati, menjelaskan pelaksanaan SPMB tahun ini berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Proses seleksi diawali dengan tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) yang ternyata sekaligus menjadi bagian dari seleksi calon peserta didik.
Menurutnya, pemetaan yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 10 Juni diikuti seluruh pendaftar dari berbagai jalur, mulai domisili, prestasi akademik, afirmasi hingga mutasi. Hasilnya, sebagian besar kuota telah terisi bahkan sebelum pelaksanaan SPMB Tahap 1.
“Dari hasil pemetaan itu ternyata kuota hampir terpenuhi. Tinggal tersisa 15 kursi di SPMB, prestasi akademik 5, KETM sisa 4 dan CIBI sisa 6. Setelah Tahap 1 dilaksanakan, kini tersisa 10 kursi untuk Tahap 2,” ujar Yati, Senin (23/6/2026).
Yati menyebutkan, kursi yang masih tersedia berasal dari jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM) sebanyak empat kursi dan jalur Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI) sebanyak enam kursi.
Sementara itu, jalur domisili, mutasi, dan sebagian besar jalur prestasi telah terpenuhi. Pengumuman hasil Tahap 1 dijadwalkan pada 25 Juni 2026, dilanjutkan daftar ulang pada 26 dan 29 Juni.
SMAN 1 Kuningan tahun ini menerima kuota 462 siswa yang terbagi dalam 11 rombongan belajar. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 396 siswa.
Peningkatan kuota terjadi karena adanya kebijakan domisili penyangga yang memberikan kesempatan bagi siswa dari wilayah yang jauh dari pusat kota untuk memperoleh akses pendidikan yang lebih merata.
“Harapannya siswa yang diterima benar-benar memiliki semangat belajar yang tinggi dan mampu menjaga nama baik sekolah,” pungkasnya. (didin)