KUNINGAN (MASS) – Momentum pergantian Tahun Baru Islam 1448 H disambut meriah oleh IRMAS Nurul Hidayah Desa Kalapagunung yang sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan keagamaan bertajuk Bedug Muharam.
Acara syiar Islam dikemas menarik berlangsung selama dua hari penuh di lingkungan masjid sebagai wadah untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini kepada generasi muda. Di hari pertama, acara difokuskan pada kegiatan ibadah dan refleksi akhir tahun setelah salat Ashar.
Ketua Umum IRMAS Nurul Hidayah, Gilang Cikal Listanto menyebutkan warga bersama para remaja masjid berkumpul untuk membaca Surah Al-Waqi’ah secara berjamaah serta memanjatkan doa akhir tahun.
“Irmas bersama warga desa lainnya berkumpul ba’da solat ashar untuk kegiatan refleksi akhir taun dan membaca surat Al-Waqi’ah,” tuturnya kepada kuninganmass.com Selasa (23/6/2026).
Di malam harinya setelah salat Isya ada pembacaan Maulid Adhiya Ulami’ dan doa awal tahun. Acara malam itu ditutup secara unik dengan tradisi minum susu putih bersama sebagai simbol harapan kebaikan di tahun yang baru.
“Setelah itu di ba’da Isya kita ada pembacaan maulid adhiya Ulami dan doa awal tahun, dan ditutup ada tradisi minum susu putih bersama yang jadi symbol kebaikan tahun baru,” paparnya.
Sementara pada hari kedua, panitia menghadirkan suasana yang lebih edukatif dan ceria bagi anak-anak. Pihak IRMAS mendatangkan pendongeng nasional, Kak Taryam dari Kampung Dongeng Cirebon, untuk menyampaikan materi keutamaan bulan Muharam.
“Di hari kedua khusus anak-anak sukses menghadirkan pendongeng nasional dengan boneka Kak Taryam yang mendongeng tentang keutamaan bulan Muharam,” tandasnya.
Panitia berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi agenda Bedug Muharam ini agar menjadi program tahunan yang rutin. Ke depan, acara serupa ditargetkan bisa dikemas jauh lebih meriah serta menjangkau sasaran masyarakat yang lebih luas.
“Saya dan teman teman panitia lainnya berharap ini jadi agenda rutin dan terus dikemas lebih baik setiap tahunnya,” pungkasnya. (raqib)