KUNINGAN (MASS) – Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar M Si, bicara banyak soal peran BAZNAS Kuningan yang baru saja mengumumkan pimpinan anyar.
Mulanya, Bupati menerangkan bahwa peran BAZNAS salah satunya adalah untuk “melapisi” pemerintah terutama di bidang sosial kemanusiaan. Terlebih, BAZNAS dianggap lebih fleksibel, tidak kaku seperti SKPD.
“Saya ingin sampaikan, kalo bahasa kerennya eksistensialisme APBD sangat terbatas (tapi di sisi lain) bagaimana ekspektasi masyarakat saat ini luar biasa. Ada gap pendapatan ABPD menurun tapi harapan masyarakat meningkat,” kata Dian, saat hadir di saresehan Waroeng Rakyat, Minggu (14/6/2026).
Apalagi sekarang, kata Bupati Dian, ada kondisi-kondisi sosial yang perlu dibantu. Mulai dari rutilahu (rumah tidak layak huni), anak-anak tidak mampu sekolah, sampai soal pengobatan dimana sekarang cakupan BPJS menurun.
Karena itu, Dian menegaskan BAZNAS sebagai mitra pemerintah. Bukan untuk menutup “lubang” pemerintah, tapi dalam rangka mengimbangi aspirasi masyarakat yang terus berkembang.
“Ekspektasi masyarakat terus berkembang, sedangkan satu sisi APBD terbatas. BAZNAS hadir mengurai persoalan sosial, saling mengisi untuk masyarakat belum beruntung atau masyarakat yang terdampak kebijakan pemerintah, itulah fungsi BAZNAS, melapis (yang belum tersentuh oleh pemerintah),” ucapnya.
Dian kemudian meminjam istilah soal Baznas adalah tangan kirinya pemerintah. Pasalnya, SKPD (lembaga pemerintah, terkadang) tidak bisa fast respon ketika program sudah berjalan, karena terikat dengan struktur anggaran, dan sop yang jelas.
“Kalo BAZNAS tidak. Ketika asa kejadian sangat darurat, bisa serta merta (langsung menganggarkan ketika terkait sosial). Beda dengan SKPD, terikat aturan perlu prosedur,” jelas Bupati.
Saresehan Waroeng Rakyat yang dihadiri Bupati sendiri, dihadiri sejumlah pimpinan BAZNAS Kuningan terpilih, mulai dari Abdul Jalil Hermawan, Asep Z Fauzi, dan Adang Romadona. (eki)