KUNINGAN (MASS) – Pusat Studi Seni dan Budaya Universitas Mahasiswa (UM) Kuningan, menggelar even Hujan Karya #10 dengan merangkul para praktisi/seniman seni musik tradisional Kabupaten Kuningan, Sabtu (13/6/2026).
Dalam even Hujan Karya #10, ditampilkan 29 reportoar yang berhasil memukau para penonton. Diantara penampipan itu, salah satunya adalah pertunjukan Seni Musik Tradisional Sunda oleh prodi PGSD UM Kuningan.
Selain itu, PG-PAUD UM Kuningan juga menyajikan seni tari kontemporer anak usia dini. Event Hujan Karya #10 ini juga dijadikan ajang silaturahmi Sanggar Seni se-Kabupaten Kuningan. Kegiatan dipelopori UM Kuningan bersama SMA Negeri 3 Kuningan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Ujian Akhir Semester (UAS) Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik bagi mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Muhammadiyah Kuningan.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menampilkan berbagai pertunjukan seni musik tradisional Sunda gamelan sebagai media utama pertunjukan. Penampilan yang dibawakan mahasiswa menjadi bentuk pelestarian budaya lokal sekaligus pengembangan kreativitas generasi muda di bidang seni dan budaya khusus Seni tradisional Kab Kuningan.
Dosen pengampu Mata Kuliah Pendidikan Seni Musik, Lousy Loustiawaty, S.Sn., M.Sn., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga terhadap proses panjang latihan yang telah dijalani mahasiswa hingga terlaksananya Hujan Karya #10.
“Ini panggung milik kalian, perlihatkan progres kalian di panggung ini. Ini panggung yang harus kalian nikmati dan hidupi, karena seumur hidup kalian tidak akan lagi menjadi pemusik seperti di momen ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembelajaran seni musik tidak hanya berfokus pada kemampuan bermain musik, tetapi juga membangun rasa cinta terhadap budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.
“Saya tidak mengharapkan kalian semua menjadi seniman, tetapi setidaknya kalian belajar tentang seni dan budaya serta menjaganya,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kuningan, Dr. Nanan Abdul Manan, M.Pd., menyampaikan bahwa seni merupakan bahasa universal yang mampu membentuk karakter, kreativitas, dan kepekaan sosial mahasiswa.
“Kita berbicara tentang seni, dan seni adalah bahasa universal. Tanpa seni, dunia ini akan terasa sepi dan kehilangan makna,” tuturnya.
Ia juga mengajak mahasiswa untuk terus bertumbuh melalui proses latihan, pengalaman, dan kolaborasi yang telah dilalui selama kegiatan berlangsung.
Ketua pelaksana kegiatan, Dzulfiqar, menyampaikan bahwa Hujan Karya #10 menjadi ruang ekspresi mahasiswa untuk menampilkan hasil pembelajaran sekaligus memperkenalkan seni musik tradisional Sunda kepada masyarakat luas.
Berbagai penampilan gamelan Sunda, tari tradisional, hingga musik kolaboratif yang dibawakan mahasiswa berhasil memukau para penonton. (eki)