KUNINGAN (MAS) – Hampir semua orang memilki gawai atau telepon genggam,dalam satu keluarga biasanya terdapat satu hingga dua telepon genggam yang digunakan untuk berbagai kebutuhan. Di era digital seperti sekarang, banyak orang memanfaatkan gawai sebagi sumber penghasilan, mulai dari affiliate marketing, jualan online,hingga berbagai peluang usaha lainnya.
Mencari nafkah yang halal melalui media online diperbolehkan dalam islam. Gawai dapat menjadi sumber rezeki bagi penggunanya apabila digunakan dengan jujur, efisien,dan memberikan manfaat bagi orang lain. Islam sangat mendorong umatnya untuk mandiri secara ekonomi. Rasulullah Saw bersabda:
“Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan setiap jual beli yang mabrur (baik).” (HR. Ahmad)”
Ketika seseorang berjualan dengan jujur tidak memanipulasi foto produk secara berlebihan ,serta memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan, maka aktivitas jual beli digital tersebut dapat bernilai ibadah. Selain menjadi sumber keberkahan, gawai juga dapat menjadi sarana meraih sedekah jariyah. Allah SWT berfirman:
“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai; pada setiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki.” (QS. Al-Baqarah: 261)
Apabila penghasilan yang diperoleh melalui gawai digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga , membantu sesama,dan mendukung dakwah,maka gawai tersebut dapat menjadi sarana amal jariyah yang dapat memperberat timbangan kebaikan di akhirat kelak.
Di sisi lain, gawai juga dapat menjadi sumber fitnah apabila tidak digunakan dengan landasan iman yang kuat . Fitnah tersebut dapat menggelincirkan seseorang kedalam jurang dosa. Demi mengejar views,like,dan komisi,sebagian orang rela mempromosikan barang yang syubhat, melakukan pesanan fiktif,bahkan memamerkan aurat demi konten.
Kesibukan memantau pergerakan saham atau pergerakan toko online terkadang membuat seseorang lalai dalam beribadah, seperti menunda nunda shalat, bahkan melupakan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua.
Jika orientasi hidup hanya untuk memuaskan keinginan duniawi, manusia tidak akan pernah merasa cukup dengan apa yang dimilikinya. Allah SWT berfirman dalam surah at takatsur:
“Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. At-Takatsur: 1–2)
Sebelum membuka gawai untuk mencari cuan, tanyakanlah kepada diri sendiri : apakah aktivitas digital yang saya lakukan hari ini mendekatkan kepada surga atau justru menjauhkan saya dari Allah SWT?
Oleh: Cindy Patika Sari, mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Husnul Khatimah (STISHK) Kuningan