Kuningan Kirim 60 Peserta Pelatihan Lisensi D Kepelatihan Sepakbola PSSI Jawa Barat

BANDUNG (MASS) – PSSI Kabupaten Kuningan mengirimkan 60 peserta untuk mengikuti Pembukaan Pelatihan Lisensi D Kepelatihan Sepakbola yang diselenggarakan oleh PSSI Jawa Barat di Stadion Arcamanik, baru-baru ini. Kegiatan ini dilaksanakan secara serentak dan diikuti sekitar 2.500 peserta dari berbagai kota dan kabupaten se-Jawa Barat.

Acara pembukaan secara resmi dibuka oleh Sekjen PSSI pusat, Yunus Nusi SE. Massifnya jumlah peserta ini, diklaim menjadi salah satu pelatihan kepelatihan sepak bola terbesar yang pernah diselenggarakan di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, PSSI Jawa Barat juga menerima penghargaan Rekor MURI atas penyelenggaraan pelatihan kepelatihan sepak bola dengan jumlah peserta terbanyak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bang Jae, Plt sekjen PSSI Jabar dan jajaran pengurus PSSI Jawa Barat. Hadir juga Ketua DPRD Jawa Barat Dr Buky Wibawa Msi yang memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia sepak bola di Jawa Barat.

Kontingen Kabupaten Kuningan sendiri hadir dengan jumlah peserta yang cukup signifikan. Para peserta didampingi langsung oleh Direktur Pelatihan PSSI Kabupaten Kuningan, Rito Riwayanto, Direktur Kompetisi, Ayep Setiawan, Sekretaris Jenderal PSSI Kabupaten Kuningan, Yono Mulyono, serta sejumlah pengurus PSSI Kabupaten Kuningan lainnya.

Ketua PSSI Kabupaten Kuningan, Beni Prihayatno, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme peserta dari Kabupaten Kuningan.

“Alhamdulillah Kabupaten Kuningan mengirimkan 60 peserta dalam kegiatan pembukaan Pelatihan Lisensi D ini. Ini merupakan bentuk keseriusan kami dalam meningkatkan kualitas pelatih sepak bola di Kabupaten Kuningan. Semoga seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan baik dan nantinya mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembinaan sepak bola di daerah,” ujar Beni Prihayatno didampingi Direktur Kompetisi, Ayep Setiawan.

Dikatakan Beni, pelatihan Lisensi D merupakan program strategis PSSI dalam meningkatkan kualitas pelatih akar rumput dan usia dini. Dengan semakin banyaknya pelatih berlisensi, diharapkan pembinaan sepak bola di daerah dapat berjalan lebih terarah, profesional, dan berkelanjutan. (eki)