673 Santri Husnul Khotimah Diwisuda, 93 Hafidz 30 Juz Dan Ratusan Lulus SNBT

KUNINGAN (MASS) – Sebanyak 673 santri kelas XII Pondok Pesantren Husnul Khotimah resmi diwisuda dan dilepas sebagai alumni dalam kegiatan Haflah At-Takhorruj Tahun Pelajaran 2025-2026 yang berlangsung khidmat, Sabtu (6/6/2026).

Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti prosesi pelepasan para santri yang telah menyelesaikan masa pendidikan dan pembinaan di pesantren setelah menempuh perjalanan panjang penuh perjuangan dan pengorbanan.

Mudir Ma’had HK 1, Kiai Mulyadin, Lc MH, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan dengan kesungguhan dan ketekunan.

“Hari ini adalah bukti bahwa setiap kesungguhan tidak pernah mengkhianati hasil. Hari ketika air mata perjuangan bertemu dengan senyum kebahagiaan,” ujarnya di hadapan para santri, orang tua, dan tamu undangan.

Menurutnya, keberhasilan para santri bukanlah hasil yang diperoleh secara instan. Berbagai tantangan telah dilalui, mulai dari menghafal Al-Qur’an di tengah kelelahan, melawan kejenuhan, hingga menjaga semangat belajar saat orang lain beristirahat.

Kepada para lulusan, ia berpesan agar hafalan Al-Qur’an tidak hanya menjadi prestasi yang tersimpan dalam piagam penghargaan, tetapi terus dijaga melalui murajaah dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan biarkan hafalan hanya menjadi kenangan yang tersimpan dalam piagam penghargaan. Jagalah Al-Qur’an sebagaimana Al-Qur’an telah menjaga kalian,” pesannya.

Pada kesempatan yang sama, pihak pesantren juga menyampaikan penghormatan dan rasa terima kasih kepada seluruh orang tua santri atas kepercayaan yang telah diberikan selama proses pendidikan berlangsung.

Kiai Mulyadin menegaskan keberhasilan para lulusan tidak terlepas dari doa, pengorbanan, dan dukungan orang tua yang senantiasa menyertai perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

“Jika hari ini ada orang yang paling layak menerima ucapan terima kasih, maka mereka adalah ayah dan ibu kalian. Keberhasilan hari ini bukan hanya hasil kerja keras kalian, tetapi juga hasil dari air mata dan doa yang mereka panjatkan,” tuturnya.

Haflah At-Takhorruj tahun ini juga menjadi momentum penyampaian berbagai capaian akademik dan kepesantrenan santri kelas XII.

Pesantren mencatat seluruh santri atau 100 persen lulusan berhasil menuntaskan target minimal hafalan Al-Qur’an lima juz serta hafalan Hadits Arba’in An-Nawawiyah.

Dari total 673 lulusan:

  • 449 santri memiliki hafalan antara 6-20 juz.
  • 7 santri memiliki hafalan 20-29 juz.
  • 93 santri berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an.
  • 6 santri berhasil menasmikan 30 juz dalam satu kali duduk.
  • 10 santri memperoleh sanad riwayat Imam Hafsh dan Imam Syu’bah dari Imam ‘Ashim.

Di bidang akademik, Husnul Khotimah juga mencatatkan prestasi membanggakan dengan tingkat kelulusan mencapai 100 persen melalui penilaian komprehensif yang mencakup aspek akademik, tahfiz, dan akhlak.

Tak hanya itu, capaian penerimaan perguruan tinggi para lulusan juga menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

Dari 673 lulusan, tercatat:

  • 63 santri diterima melalui jalur SNBP.
  • 222 santri diterima melalui jalur SNBT.
  • 14 santri diterima di politeknik dan sekolah kedinasan.
  • 6 santri diterima di perguruan tinggi keagamaan negeri.
  • 23 santri diterima di perguruan tinggi swasta favorit.
  • 53 santri diterima melalui jalur mandiri dan jalur lainnya.
  • 51 santri melanjutkan studi ke luar negeri, khususnya ke Mesir.

Pihak pesantren mengungkapkan data tersebut masih bersifat sementara dan berpotensi terus bertambah seiring berlangsungnya proses seleksi di berbagai perguruan tinggi.

Kepada para santri yang masih berjuang meraih kampus impian, Kiai Mulyadin memberikan motivasi agar tetap optimistis dan tidak mudah menyerah.

“Tidak semua kesuksesan datang pada waktu yang sama. Kadang Allah menunda sesuatu bukan karena menolak, tetapi karena sedang menyiapkan yang lebih baik,” katanya.

Kiai Mulyadin juga mengingatkan para lulusan agar senantiasa menjaga nilai-nilai pesantren, menghormati guru, mencintai Al-Qur’an, serta menjadikan dakwah sebagai bagian dari perjalanan hidup mereka.

“Apa pun profesi yang akan kalian pilih, baik menjadi insinyur, pengusaha, ulama maupun profesi lainnya, jadikan dakwah sebagai jalan hidup kalian. Kalian adalah kehormatan pesantren dan wajah Islam yang akan dilihat masyarakat,” tegasnya.

Haflah At-Takhorruj Tahun 2026 menjadi penanda berakhirnya masa belajar para santri di Pondok Pesantren Husnul Khotimah sekaligus awal pengabdian mereka di tengah masyarakat sebagai generasi Qur’ani yang diharapkan mampu memberikan manfaat bagi agama, bangsa, dan umat.

“Perpisahan ini bukan akhir dari sebuah kisah, melainkan awal menuju kehidupan yang luar biasa,” pungkasnya.

Daftar Santri Putra Hafidz 30 Juz Al-Qur’an:

  1. Mukhlis Kamil
  2. Muhammad Azmi Aisyi
  3. Izzat Karimi Ramadhan
  4. Fauzan Azka Ramadhan
  5. Abyan Saiffathan Mubina
  6. Yusuf Fakhri Alfarisi
  7. Rafa Muda Caesar
  8. Fathi Fadhlurrahman
  9. Musyafa Ariq Muhammad
  10. Muhammad Thauri
  11. Ahmad Syaikhul Mujadid
  12. Husen Jundana Harahap
  13. Fadel Khairi Helmi
  14. Zaid Refati Al Mahfudzi
  15. Khoiroz Zaadit Taqwa M
  16. Muhammad Alkhawarizmi Al-Firdaus
  17. Salman Khulayfi
  18. Muhammad Sultan Hade Putrawan
  19. Zian Akya Zelvian
  20. Muhammad Qossam Amrul Haq
  21. Muhammad Fauzan Hidayatullah
  22. Muhammad Refa Muyassar
  23. Muhammad Fathin Mujahid
  24. Rifqi Aunur Rahman
  25. Muhammad Ridwan Fadlurrahman
  26. Hanif Mustafa Alfarisi
  27. Azka Abdullah Sidiq
  28. Muhammad Iqbal Al Aqsho
  29. Aqila Hamidzan Rahman
  30. Muhammad Azzam
  31. Muhammad Najib
  32. M. Rafi Muyassar
  33. Yasir Ats Tsabit
  34. Lingga Mulya Warman
  35. Fawwaz Khoirul Azzam
  36. Irsyad Akhlasa Taqy
  37. Jazmi Adwa Asy Syamil
  38. Rifqi Mohamad Althaaf Al Buchori
  39. Hanif Faishal Abdillah
  40. Nawaf Amzar Al-Risyad
  41. Kayyis Mahmud
  42. Akmal Nurseha
  43. Hilal Abdurrahman

Daftar Santri Putri Hafidz 30 Juz Al-Qur’an:

  1. Saniyyah Imtiyaaz
  2. Farisa Sabila Yassaroh
  3. Ishfahani Nailul Mufarrahah
  4. Haniya Nailatul Izzah
  5. Nafisa Aulia Rosyidin
  6. Najma Haniya
  7. Naila Amani Salsabila
  8. Syifa Qathrunnada Salsabila
  9. Fairuz Salimah
  10. Zulfa Rihadatul ‘Aisy
  11. Jihan Salsabila Ramadhani
  12. Refah Syakirah Azzuhrah
  13. Naura Shofwah Firdausiyya
  14. Nailah Huwaida Mumtaz
  15. Jihan Naufazka Zaekhan
  16. Nimas Qissya Abhiesa Al Maulida
  17. Farhah Nida’ul Mujahidah
  18. Ghina Labiba Shofi
  19. Farras Rumaisya
  20. Muharmadina Kamila
  21. Humaira Nur Afifah Salsabila
  22. Fatimah Asma Karimah
  23. Dinda Laila Putri Gunawan
  24. Mariya Fathin Hameedatuzzahra
  25. Najla Aulia
  26. Lathifah As Suri
  27. Maryam Ummu Musfiroh
  28. Farah Maliha Amany
  29. Zahsy Madina Rizki
  30. Hilwa Fathiya Salam
  31. Mezzaluna Putri Wijaya
  32. Syita Arrahma
  33. Elha Almaghfiroh
  34. Alifah Dzatil Izzah
  35. Iqna Sa’adatin Nisa
  36. Rifka Nayla Syafiqoh
  37. Jauharah Hilyata Azkia
  38. Annisa Rahma Agilah
  39. Saina Haura Ghaisani
  40. Khansa Belva Nahilah
  41. Renayya Naura Fayza
  42. Mufida Sholihatun Nisa
  43. Shazia Kamila
  44. Riham Hafiyya
  45. Sotiyyah Sa’diyyah Rakha Linah
  46. Qonita Naila Syahada
  47. Radityarahmah Cahya Meilia
  48. Dhiya Aufa Rahman
  49. Hanan
  50. Sherly Citra Nur Amelia

(didin)