KUNINGAN (MASS) – Fenomena getaran misterius menyerupai gempa bumi sempat memicu tanda tanya dan kepanikan kecil di wilyah Darma dan sekitarnya. Berdasarkan laporan yang dihimpun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kertajati, Getaran singkat tersebut tercatat hanya ditangkap oleh 2 sensor pemantau yang berada di jaringan pemetaan mereka.
Prakirawan BMKG Kertajati, Tri Yulianto, memberikan penjelasan terkait hasil pemantauan alat pendeteksi pasca-kejadian. Getaran singkat tersebut tercatat hanya ditangkap oleh 2 sensor pemantau yang berada di jaringan pemetaan mereka. Durasi getaran diperkirakan hanya berlangsung selama beberapa detik saja.
“Iya namun sangat sulit teranalisa, hanya 2 sensor saja, dan itu punya uncertainty (ketidakpastiannya) sangat besar,” tuturnya.
Ia menyebutkan minimnya data membuat fenomena getaran tersebut menjadi sangat sulit untuk dianalisa secara akurat oleh tim BMKG. Akibat keterbatasan tangkapan data dari dua sensor tersebut, tingkat ketidakpastian (uncertainty) hasil analisa menjadi sangat besar.
“Sudah kami cek kembali, sinyal tidak terekam jelas, jadi tidak dapat teranalisa,” tambahnya.
Sebelumnya sempat dikaitkan dengan isu adanya aktivitas tektonik Gunung Ciremai, namun pihak BMKG pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah termakan isu liar yang belum jelas kebenarannya.
“Kaitan keterkaitan dengan aktivitas gunung ciremai harus ditinjau lebih lanjut, sementara masyarakat harus tetap tenang,” pungkasnya. (raqib)