KUNINGAN (MASS) – Sempat jadi saksi bisu alias tempat mati massalnya ikan dewa beberapa waktu belakangan, Balong Girang Cigugur Kelurahan/Kecamatan Cigugur jadi sasaran gotong royong bersih-bersih warga setempat sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan dan habitat Ikan Dewa alias Kancra Bodas.
Nampak hadir dalam kegiatan, Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn mewakili Bupati Kuningan, unsur pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, LPM, komunitas lingkungan, serta warga Cigugur yang turun langsung membersihkan kolam, lumpur, dan puing-puing di area balong.
Camat Cigugur, Yono Rahmansah, S.STP., menyampaikan bahwa kondisi Balong Girang perlahan mulai pulih pasca musibah matinya ribuan ikan beberapa waktu lalu. Ia menyebut sekitar 1.200 ekor ikan terdampak dalam peristiwa tersebut.
“Alhamdulillah, sekarang kondisi sudah mulai pulih kembali. Walaupun mungkin jumlah ikan yang mati itu kurang lebih ada 1.200-an ekor, namun insyaallah dengan langkah-langkah yang kita lakukan, ekosistem di sini bisa kembali ke habitatnya semula dan tetap menjadi ciri khas Cigugur,” ujarnya.
Menurutnya, Balong Girang bukan sekadar kolam biasa, tetapi memiliki nilai sejarah dan ikatan batin yang kuat bagi masyarakat Cigugur. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberadaan ikon daerah tersebut.
Ia juga menjelaskan, kegiatan gotong royong dilakukan menjelang pelaksanaan tradisi Seren Taun yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Selain membersihkan area kolam, ke depan kawasan tersebut diharapkan dapat kembali ditata agar lebih asri dan nyaman sebagai destinasi wisata masyarakat.
Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si yang tidak dapat hadir karena agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Tuti membacakan sambutan Bupati Kuningan. Disampaikan bahwa Balong Girang Cigugur memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, dan ekologis yang sangat tinggi karena menjadi habitat Kancra Bodas atau Ikan Dewa khas Kabupaten Kuningan.
“Balong Girang Cigugur bukan hanya sekadar kolam atau sumber mata air, tetapi tempat ini memiliki nilai sejarah, budaya, spiritual, sekaligus nilai ekologis yang sangat tinggi,” demikian kutipan sambutan Bupati.
Bupati juga menyampaikan keprihatinannya atas musibah matinya Ikan Dewa beberapa waktu lalu. Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga lingkungan secara bersama-sama dan berkelanjutan.
“Hari ini, saya merasa bangga melihat masyarakat Cigugur begitu kompak dan turun langsung menguras kolam, membersihkan lumpur, serta menata batu. Inilah kekuatan masyarakat Kuningan yang sesungguhnya,” lanjutnya.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa menjaga kelestarian Balong Girang dan habitat Ikan Dewa bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh masyarakat.
“Jika kita menjaga alam, maka alam juga akan menjaga kehidupan kita. Jika kita menjaga mata air, maka mata air akan menjaga generasi kita,” pesannya. (eki)