KUNINGAN (MASS) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuningan Usep Sumirat buka suara terkait adanya dan luapan air di kawasan wisata Palutungan, Kecamatan Cigugur saat dikonfirtmasi kuninganmass.com Selasa (19/5/2026). Ia menyampaikan terima kasih atas masukan warga dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi saat curah hujan tinggi.
Kadis Usep menjelaskan banjir luapan air di jalan raya ini terjadi akibat pesatnya pembangunan pemukiman dan objek wisata baru di Palutungan. Perubahan tata guna lahan yang sangat masif di kawasan hulu tersebut memberikan tekanan berat terhadap daya serap alam.
“Palutungan saat ini mengalami perkembangan permukiman yang sangat pesat sebagai daerah eksisting permukiman dn tempat destinasi wisata unggulan,” tuturnya.
Secara teknis, banjir dipicu oleh lonjakan volume air permukaan yang tidak bisa meresap ke dalam tanah. Di kawasan tersebut, tercatat ada sekitar 480 rumah warga yang mayoritas halaman rumahnya sudah ditutup semen atau plester sehingga mempersempit tanah terbuka.
“Secara teknis, genangan tersebut terjadi karena meningkatnya volume air larian permukaan (surface runoff). Permukiman eksisting yg hampir 480 rumah dan juga rata rata halaman rumah nya di plester,” tambahnya.
Kondisi tersebut diperparah dengan banyaknya pembangunan fasilitas wisata baru, pengerasan area parkir, serta pembuatan jalan cor. Akibat hilangnya area resapan alami, air hujan langsung mengalir bebas ke area bawah dan langsung memenuhi badan jalan raya.
“Pembangunan fasilitas wisata, area parkir, dan infrastruktur pengerasan jalan menyebabkan berkurangnya area tanah terbuka yang secara alami berfungsi menyerap air,” paparnya.
Selain hilangnya area resapan, kapasitas saluran air di sepanjang bahu jalan saat ini juga dinilai sudah tidak memadai. Saluran drainase yang ada di lokasi terpantau sangat sempit, berukuran kecil, serta kurang mendapatkan perawatan rutin.
“Ketika curah hujan sangat tinggi, kapasitas saluran drainase eksisting di bahu jalan tidak lagi mampu menampung debit air yang mengalir turun dari kawasan hulu, sehingga air meluap ke badan jalan, selain itu saluran drainase nya sempit dn kurang terawatt,” pungkasnya. (raqib)