Adian datang Ke Kuningan, Bawa Pesan Ketua Umum untuk Para Kader PDI-P, Bantu Masyarakat di Situasi Ekonomi Sulit

KUNINGAN (MASS) – Wakil Sekjen DPP PDI-Perjuangan (PDIP) Bidang Komunikasi Adian Napitupulu serta Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono nampak hadir di tengah-tengah pengurus DPC PDIP Kabupaten Kuningan, Selasa (19/5/2026) malam.

Adian dan Ono yang didampingi jajaran pengurus DPD PDIP Jawa Barat itu, melakukan diskusi internal serta menyampaikan pesan Ketua Umum untuk para kader, merespon kondisi bangsa saat ini.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, pasca diskusi mengatakan bahwa partai ingin memastikan pembentukan PAC, Ranting hingga Anak Ranting partai selesai di penghujung Mei 2026.

“Kita siap-siap untuk melaksanakan kegiatan di Bulan Bung Karno, kita (juga) pastikan pengurusnya ada, mau bergerak,” kata Ono.

Dalam kesempatan itu, Ono juga mengatakan bahwa problem pemerintah saat ini banyak. Mulai dari JKN warga dinonaktifkan, bantuan yang belum tepat sasaran hingga persoalan ijazah ditahan dan lainnya. Dan karena hal itu, kata Ono, harus ada pendampingan atau advokasi kader partai ke masyarakat.

Sementara, Ketua DPC PDIP Kabupaten Kuningan Nuzul Rachdy, juga menyampaikan hak serupa. Kedatangan Adian, kata Nuzul, memastikan kader partai harus melaksanakan intruksi ketua umum di kondisi saat ini.

“Kita harus berada di tengah masyarakat, kita tidak bicara Pemilu electoral tapi penguatan di tengah masyarakat (dimana sekarang) situasi ekonomi tidak baik, daya beli masyarakat juga rendah, maka diintruksikan untuk membantu masyarakat,” kata Zul, sapaan akrabnya.

Hadir di tengah masyarakat itu, kata Zul, sesuai posisi dan kemampuan masing-masing. Zul sebagai Ketua Dewan, harus ikut membantu efesiensi mengelola anggaran di pemerintah, terutama untuk hal yang tidak langsung bersentuhan dengan rakyat harus dikurangi

“Membantu sesuai kemampuan kita, terutama di DPRD mengevaluasi kebijakan pemerintah, termasuk kunjungan yang tidak berkaitan dengan masyarakat dikurangi, harus dikurangi,” ucapnya.

Zul kemudian ditanya soal sikap partai terhadap beberapa program prioritas nasional yang menghabiskan dana besar seperti MBG dan KDMP, yang dikaitkan para ekonom terhadap melemahnya dollar.

“Kita tidak menghalangi kegiatan kegiatan tentang gagasan yang baik, MBG baik, KDMP baik untuk ekonomi, tapi yang harus kita koreksi pelaksanaanya,” jelas Zul.

Hadirnya Adian ke Kuningan sendiri bukan agenda tunggal. Adian dikatakan melakukan kunjungan ke beberapa Kota/Kabupaten di Jawa Barat untuk kegiatan serupa. Meskipun sayangnya, pasca diskusi internal, Adian memilih tidan berstatement publik secara resmi. (eki)