KUNINGAN (MASS) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menganggarkan pengadaan media pembelajaran digital penunjang pendidikan untuk Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp 2 miliar pada Tahun Anggaran 2026.
Program tersebut tercantum dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) dengan nama paket “Pengadaan Media Pembelajaran Digital Penunjang Pendidikan untuk SD”. Berdasarkan data RUP, paket pengadaan itu memiliki total pagu sebesar Rp 2.000.000.000 dengan metode pemilihan E-Purchasing dan masuk dalam jenis pengadaan barang.
Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Disdikbud Kuningan, Surya SPd MM, menjelaskan anggaran tersebut bukan untuk pengadaan Lembar Kerja Siswa (LKS), melainkan untuk sarana pembelajaran digital seperti laptop dan perangkat penunjang lainnya.
“Alhamdulillah, kalau melihat dari anggaran sudah muncul ya, bantuan untuk digitalisasi sekolah dasar, yaitu pengadaan alat atau sarana. Jadi bukan untuk LKS, itu ke sarana pembelian laptop contohnya,” ujar Surya di ruang kerjanya, Senin (18/5/2026).
Ia mengatakan, proses pengadaan saat ini masih menunggu tahapan administrasi dan mekanisme pengadaan pemerintah, termasuk melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).
“Itu kami menunggu, masih menunggu prosesnya. Dan karena itu pengadaan, berarti menggunakan PPK dan lain sebagainya intinya seperti itu,” katanya.
Surya juga menyebutkan bantuan tersebut tidak akan diberikan kepada seluruh SD di Kabupaten Kuningan. Hingga saat ini, pihaknya masih menunggu penetapan resmi terkait sekolah-sekolah yang akan menjadi lokus penerima bantuan.
“Untuk lokusnya kami belum menerima secara resmi. Meskipun sudah ada gambarannya, tapi secara resminya kami belum menerima untuk sekolah mana, SD mana saja yang akan menerima,” jelasnya.
“13 SD (yang akan menerima). (Kriterianya) yang mengajukan bantuan dan belum memiliki,” tambahnya.
Menurutnya, anggaran tersebut berasal dari usulan Disdikbud yang kemudian disetujui oleh DPRD hingga masuk dalam penganggaran tahun 2026.
“Ya, kita mengajukan lalu disetujui oleh dewan itu saja, sehingga muncul anggaran (sebesar Rp 2 miliar) ini,” pungkasnya. (didin)