Pertegas Identitas Daerah, Bupati Kuningan Dorong Angklung Masuk Sekolah dan Hotel, Efektifkah?

KUNINGAN(MASS) – Dalam acara pelantikan Dewan Kebudayaan Kuningan (DKK) di Teras Pendopo, Selasa (12/5/2026), Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menekankan pentingnya penguatan muatan lokal di sektor pendidikan.

Salah satu fokus utama pemerintah adalah menjadikan angklung sebagai materi wajib di setiap sekolah. Saat ini, hampir seluruh sekolah di Kuningan telah memiliki perangkat angklung sebagai fasilitas penunjang kreativitas siswa.

“Salah satu kan kita mendorong muatan lokal tradisi itu kan angklung ini mulai setiap sekolah sudah hampir mempunyi angklung,” tuturnya kepada para awak media.

Dian ingin, kemampuan bermain angklung tidak hanya dimiliki oleh siswa, tetapi juga oleh para tenaga pengajar. Diharapkan setiap sekolah memiliki guru yang terampil memainkan alat musik bambu tersebut untuk menjaga keberlangsungan tradisi.

“Nah kita juga ingin ToT nanti guru guru juga setiap sekolah itu punya keterampilan bermain angklung. Ini kan ciri khas Kuningan,” tambahnya.

Selain di bidang pendidikan, penguatan identitas ini juga menyasar sektor industri pariwisata. Ia telah mengeluarkan surat edaran resmi yang ditujukan kepada pengelola hotel, kafe, hingga tempat-tempat kuliah di wilayah Kuningan.

“Saya sudah mengeluarkan surat edaran kepada pelaku wisata, hotel hotel, kafe untuk menyampaikan pesan backsoundnya mungkin suara angklung,” tegasnya.

Tak hanya suara, unsur visual pun turut diperhatikan dalam imbauan tersebut. Petugas layanan seperti customer service atau penerima tamu disarankan mengenakan seragam batik khas Kuningan untuk memperkuat kesan tradisional yang profesional.

“Pakai baju seragamnya bernuansa batik kuningan atau tone banking atau customer service nya. Juga ada ornament angklung atau ikan dewa. Dan saya lihat sekarang sudah hampir berjalan di tab itu ada dalam rangka untuk mempertegas Kuningan tidak lepas dengan tradisi budaya yang kuat,” pungkasnya. (raqib)