Kodok Merah yang Tak Punya Warna Merah

KUNINGAN (MASS) – Hewan ini adalah salah satu hewan endemik yang ada di Gunung Ciremai. Namanya Kodok Merah Ciremai. Bukan salah tulis, nama itu memang sudah kadung melekat selama bertahun-tahun pada hewan tersebut.

Lalu, mana warna merahnya?

Itulah misteri dan keunikannya. Hewan ini, mulanya “dikira” spesies yang sama dengan Kodok Merah yang ditemukan di Gunung Gede Pangrango dan Gunung Halimun.

Kodok Merah dikenal dengan nama ilmiah Leptophryne cruentata. Tampilannya hampir sama dengan yang ditemukan belakangan di Gunung Ciremai, tapi bercaknya konsisten warna merah. Kodok Merah dikenal juga dengan sebutan Kodok Darah.

Di Gunung Ciremai, keberadaan katak yang “dikira” sama persis dengan spesies tersebut, pertama kali diketahui keberadaanya pada tahun 2013, saat lomba foto alam. Karena dikira serupa itulah diidentifikasi juga sebagai Kodok Merah.

Tapi pada tahun 2017, penelitian LIPI (BRIN saat ini) justru menunjukkan hal berbeda. Setelah pengambilan sampel dari Gunung Ciremai, dilakukan penelahan dan kajian, ternyata Kodok di Gunung Ciremai adalah jenis yang berbeda.

Secara fisik, Kodok Merah Ciremai ukuran badannya lebih kecil dari Kodok Merah yang sudah ditemukan. Kemudian, bercak warnanya juga berbeda, bukan merah tapi konsistsn kuning. Ada juga ciri fisik lainnya yang berbeda.

Setelah kajian itu, LIPI mengeluarkan rilis resmi mengatakan bahwa jenis Kodok di Gunung Ciremai ini adalah spesies yang berbeda. Nama ilmiahnya dirilis dengan nama baru, Leptophryne Javanica.

Tapi untuk sebutan umumnga? Sudah kadung terkenal dan teridentifikasi dengan istilah Kodok Merah. Akhirnya, hewan endemik ini juga tetap disebut dengan nama Kodok Merah Ciremai.

Habitatnya berada di perairan, khususnya bebatuan sekitar air terjun. Potret ini diambil di Curug Cisurian, Ipukan Palutungan dalam kegiatan pemantauan hewan endemik Gunung Ciremai dalam kegiatan “Sinergi Perempuan Indoesias FOLU Net Sink 2030”, Selasa (12/5/2026).

Biasanya Kodok Merah Ciremai bertelur di dedaunan sekitar aliran air. Keseluruhan informasi ini adalah paparan Aziz Abdul Kholik, staf Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. (eki)