KUNINGAN (MASS) – Aktivitas pertambangan di Kabupaten Kuningan saat ini tercatat hanya menyisakan sekitar lima titik yang masih aktif beroperasi. Namun, meski jumlahnya sedikit, penerimaan pajak dari sektor mineral dan batuan ini dilaporkan masih belum mencapai target yang ditetapkan pemerintah daerah.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kuningan, Drs. Laksono Dwi Putranto, M Si mengungkapkan salah satu kategori target yang persentasenya kecil yaitu di bidang Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB).
“Salah satu kategori yang memang secara presentase beloum tercapai target yaitu di MBLB, yang saat ini kan cuma 5 yang masih berjalan,” ujar Laksono saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).
Ia berencana melakukan langkah pengawasan yang lebih ketat untuk menutup celah kebocoran pendapatan. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah pemasangan kamera pemantau atau CCTV di setiap lokasi tambang yang aktif.
“Nanti dalaï waktu dekat kita akan pasang kamera pemantau di lokasi tambang,” tambahnya.
Laksono menjelaskan pemasangan kamera yang cukup canggih ini bertujuan untuk memantau ritase atau lalu lalang truk pengangkut hasil tambang secara real-time. Dengan kamera tersebut, petugas dapat menghitung jumlah truk yang keluar masuk area tambang dengan lebih akurat.
“Nanti kamera pemantaunya canggih ya, jadi ritase nya bakal ketauan berapa kubik dan besarannya,” pungkasnya. (raqib)