KUNINGAN (MASS) – Tindak kejahatan di Kabupaten Kuningan, terutama kasus curanmor mulai marak kembali. Sebelum insiden di Kertawangunan Kecamatan Sindangagung, kasus serupa menimpa warga Perumahan Ciporang Kecamatan Kuningan. Belum sampai 2 bulan, sedikitnya ada 4 kasus curanmor di perum tersebut.
Aksi maling ini bahkan lebih nekat. Rumah warga disatroni meski di dalam rumah terlihat ada orang. Seperti yang terjadi di Perum Ciporang A2 Blok S RT 40 RW 06, Ade Kurniawan jadi korban pencurian ponsel tiga buah sekaligus pada waktu subuh.
“Tiga buah HP dicuri di dalam rumah, subuh-subuh. Ceritanya begini, pas azan itu kan saya mau ke musala ngajak 2 putra saya. Nah, ada 1 anak (Mumtaz) yang disuruh nyusul karena keburu qomat. Ia masih wudu waktu itu,” tutur Ade Kurniawan, Senin (27/4/2026).
Bersama satu putranya (Ghazi), Ade langsung bergegas sholat ketika imam hendak ruku pertama. Namun setelah salam terakhir, ia mendengar anaknya (Mumtaz) sedang menangis di luar musala.
“Ditanya kenapa menangis. Anak saya menjawab, katanya ada orang masuk rumah nyuri HP,” cerita Ade.
Sontak ia langsung memeriksa rumah yang lokasinya tak jauh dari musala. Ternyata benar, tiga buah ponsel milik Ade dan istri sudah diembat maling. Atas kejadian yang menimpanya, Ade melapor ke polisi yang dicatat kerugian ditaksir mencapai sekitar 10 juta rupiah.
“Kejadian yang menimpa saya itu Hari Senin 20 April, seminggu lalu. Ini dipandang penting untuk disampaikan ke media, agar masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian. Karena belum lama, tetangga saya juga, masih Jl Melati, kemalingan motor,” ungkapnya.
Ade berharap pelaku pencurian baik yang menimpanya maupun korban lainnya, segera ditangkap kepolisian. Ini menyangkut keresahan dan rasa aman masyarakat yang butuh pengayoman. Ia juga berharap pengurus lingkungan mengaktivasi lagi simkamling agar korban tidak bertambah. (deden)