Ceritakan Kasus Rekrutmen Relawan MBG “Bodong”, Satgas Terpaksa Bubarkan, Ratusan Pelamar Sudah Ngantri

KUNINGAN (MASS) – Ketegasan ditunjukkan oleh jajaran Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Ciawigebang. Pihak Satgas terpaksa mengambil langkah dengan membubarkan proses rekrutmen pegawai Satuan Pelayanan Pembuat Gizi (SPBG) di Desa Ciawilor yang dinilai tidak jelas legalitasnya dan mengganggu kondusivitas wilayah.

Kejadian ini diceritakan ulang oleh Sekretaris Camat Ciawigebang, Yudi Rickriyanto, SE kala ditanya progres tersebut. Mulanya, kabar tersebut beredar di masyarakat. Mendengar kabar tersebut, Tim Satgas yang saat itu dipimpin oleh Yudi, langsung bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan lapangan.

Ia menyebutkan setibanya di lokasi dikejutkan dengan banyaknya warga yang datang melamar. Tercatat ada kurang lebih 500 orang calon relawan yang sudah berkumpul, bahkan beberapa di antaranya sudah ada yang menjalani proses wawancara oleh tim rekrutmen tersebut.

“Pada saat adanya informasi terkait rekruitmen relawan atau pegawai SPBG, ya kami bergerak langsung ke lokasi. Mencari informasi dan langsung ketemu dengan perwakilan dari tim rekrutmen itu,” tuturnya saat ditemui di sela-sela kegiatan baru-baru ini.

Yudi menyebutkan sejak awal dirinya menaruh kecurigaan besar terhadap proses rekrutmen ini. Setelah dilakukan interogasi kepada pihak penyelenggara, ditemukan fakta mengejutkan bahwa titik lokasi untuk bangunan SPBG yang dijanjikan ternyata belum ada sama sekali.

“Saat itu saya masih ragu ini sudah ada titik atau belum dan ternyata tidak ada titik dan rekrutmen itu sangat pertama sangat mengganggu kondusifitas ya,” tambahnya.

Melihat situasi yang mulai tidak terkendali dan berpotensi merugikan warga, Yudi segera berkoordinasi dengan Camat Ciawigebang selaku penanggung jawab Satgas. Hasilnya, diputuskan bahwa kegiatan tersebut harus segera dihentikan dan seluruh massa yang hadir diminta untuk membubarkan diri.

“Sudah hadir, diwawancara dan sebagainya. Tapi dalam kenyataannya SPG nya pun titiknya belum ada. Yayasannya juga saya belum jelas ya. Akhirnya saya berkoordinasi dengan pimpinan yaitu Pak Camat sebagai penanggung jawab dan kepemimpinan Satgas yang akhirnya dibubarkan oleh Satgas,” pungkasnya. (raqib)