KUNINGAN (MASS) – Kabar mengenai temuan ulat dalam porsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Bandorasa Wetan Jumat 17 April 2026 sempat memicu kegaduhan di tengah masyarakat. Menanggapi viralnya anggapan tersebut, pihak pengelola Satuan Pelayanan Pembuat Gizi (SPPG) Bandorasa Wetan 2 akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi yang beredar pada Minggu (19/4/2026).
Perwakilan SPPG Bandorasa Wetan 2 atau yang juga dikenal sebagai SPPG Sangkan Park, Chandra Purnama membantah keras menu bermasalah tersebut berasal dari dapurnya. Ia menegaskan adanya kekeliruan informasi di masyarakat yang mencampuradukkan antara pihak pengelola satu dengan yang lainnya di wilayah tersebut.
“Ini bukan dari SPPG Bandorasawetan 2 tapi dari SPPG Bandorasawetan 3,” ungkapnya saat dikonfirmasi kuninganmass.com.
Menurut Chandra, laporan atau keluhan warga mengenai adanya belatung pada menu hari Jumat (17/4/2026) lalu bukan bersumber dari SPPG Bandorasa Wetan 2. Untuk memperkuat bantahannya, Chandra membeberkan rincian menu yang sebenarnya mereka bagikan pada tanggal 17 April 2026 tersebut.
Daftar menu tersebut diklaim sudah sesuai dengan ketentuan gizi dan standar kebersihan yang ditetapkan. Ia berharap warga bisa lebih teliti dalam melihat asal paket makanan yang diterima agar tidak terjadi salah sasaran dalam memberikan kritik atau pengaduan di kemudian hari.
“MBG dari SPPG Bandorasa Wetan 2 hari itu berisi roti burger, buah kelengkeng, susu UHT, susu sachet, selada, tomat, serta chicken katsu,” tambahnya.
Namun, ketika ditanya lebih lanjut mengenai tanggapan atau respon pribadinya terkait adanya temuan ulat di wilayah Bandorasa, Chandra Purnama memilih untuk tidak memberikan komentar lebih jauh atas permasalahan tersebut. (raqib)