Satgas MBG Ciawigebang Jadi Pelopor, Petugas SPPG Makan Bergizi Gratis Dilatih Jinakkan Si Jago Merah

KUNINGAN (MASS) – Keamanan dalam operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi perhatian serius di wilayah Kecamatan Ciawigebang. Untuk memastikan dapur-dapur penyedia makanan tetap aman dari ancaman kebakaran, Satgas Kecamatan Ciawigebang bekerja sama dengan UPT Pemadam Kebakaran Kabupaten Kuningan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) mitigasi risiko dan penanganan kebakaran pada Sabtu (18/4/2026).

Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di SPPG Darul Hayat Ciputat, Jalan Raya Ciputat, Kecamatan Ciawigebang. Dimulai sejak pukul 08.00 WIB, para petugas dapur diberikan pemahaman mendalam mengenai potensi bahaya kebakaran di area memasak serta cara cepat dan tepat dalam melakukan penanganan jika terjadi keadaan darurat.

Camat Ciawigebang, Raden Imam Reapdiantoro, S Sos, M Si, mengungkapkan rasa bangganya karena wilayah yang dipimpinnya menjadi kecamatan pertama yang memelopori penyelenggaraan bimtek bagi petugas SPPG ini. Langkah ini dinilai sangat penting mengingat intensitas aktivitas memasak di dapur MBG cukup tinggi setiap harinya.

“Alhamdulilah kami bisa melaksanakan bimtek ini dan mempelopori kecamatn yang lain, karena kita tahu sendiri di Setia daru SPPG itu setiap harinya ada aktifitas memasak yang intens,” tuturnya saat ditemui langsung di lokasi bimtek.

Di wilayah Kecamatan Ciawigebang sendiri tercatat ada 17 dapur penyedia, di mana 16 dapur sudah aktif beroperasi. Pada tahap awal bitek ini, pelatihan baru diikuti oleh 6 SPPG. Namun, Camat Imam memastikan kegiatan ini akan terus berlanjut secara bertahap bagi 11 dapur lainnya agar seluruh petugas memiliki standar kemampuan yang sama dalam menghadapi risiko kebakaran.

“Pada kesempatan yang ada nampak ini baru 6 ya, yang lainnya ada sementara ini dulu, nanti kita bertahap, yang lainnya juga nanti akan menyusul untuk kegiatan pelatihan mitigasi risiko ini,” tambahnya.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga simulasi penanganan api secara langsung menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) maupun cara tradisional. Para peserta terlihat antusias mengikuti arahan dari petugas Damkar Kuningan agar mereka benar-benar siap saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

“Mudah-mudahan ini bermanfaat dan diharapkan semuanya aman terkendali dan terhindar dari kebakaran karena petugasnya sudah dilatih langsung oleh ahlinya dari Damkar,” pungkasnya. (raqib)