Dinahkodai Dokter Arif Wibowo, IDI Kuningan Gelar Pelantikan Pengurus sekaligus Seminar Etik dan Hukum Kesehatan

KUNINGAN (MASS) – Dinahkodai ketua anyar, dr Arif Wibowo SpOT, Subsp.PL(K), SH, MH, M MRS, kepengurusan baru Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kuningan untuk periode 2026 – 2029 resmi dilantik, Sabtu (18/4/2026) pagi.

Pelantikan yang digelar berbarengan dengan Halal Bihalal serta Seminar Etik dan Kesehatan Hukum itu, digelar di Ballroom Hotel Grand Cordella, Jl. Siliwangi No.91 – Kuningan.

Hadir dalam pelantikan tersebut, jajaran pengurus IDI yang dilantik Wakil Ketua IDI Jawa Barat, dr. Sukmanto Gamalyono dengan disaksikan Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar, Forkopkmda, serta organisa profesi lainnya yang hadir sebagai tamu undangan.

Ketua pelaksana, dr Fadli A Sanjaya, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih pada semua pihak yang mendukung dan mensukseskan kegiatan.

Dengan pelantikan ini, kata Fadli, diharapkan jadi penguatan komitmen pelayanan kesehatan. “Pelantikan ini menandai dimulainya masa bakti pengurus baru yang dipimpin oleh dr. Arif Wibowo untuk membawa IDI Kuningan lebih solid dan kontributif bagi masyarakat,” ujarnya.

Mengusung Visi “Satu IDI: Solid Melayani Tangguh Berbakti dan Profesional Beretika” serta semangat organisasi yang modern, mandiri, dan akuntabel, tujuannya demi masa depan layanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Kuningan.

Sementara, Ketua IDI Kuningan dr Arif Wibowo pasca dilantik meminta doa dan dukungan pasa semua pihak, agar IDI bisa lebih berkontribusi untuk kesehatan masyarakat Kuningan.

“Mohon doanya juga agar kita bisa lebih profesional mengemban amanah dalam menjalankan pekerjaan kita sehari-hari,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, IDI Kuningan juga berkomitmen menjadi mitra utama pemerintah daerah dalam menyukseskan program kesehatan nasional dan lokal.

Pihaknya yakin IDI bisa terus melakukan edukasi dan promosi kesehatan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat melalui penyuluhan pola hidup sehat dan pencegahan penyakit melalui media online dan offline.

Selain itu, IDI Kuningan juga bertekad melanjutkan tradisi kegiatan sosial seperti pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, dan khitanan massal yang rutin menyasar warga yang membutuhkan.

Dalam wawancara, dr Arif juga disinggung kenapa menggelar seminar etik dan hukum kesehatan dalam pelantikan. Ia menjelaskan bahwa hal itu perlu dilakukan untuk kenyamanan menjalankan profesi dokter, terlindungi secara hukum serta menghindari sengketa medis.

“Tujuan akhirhya adalah pelayanan masyarakat yang baik,” kata dr Arif.

Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa pelantikan pengurus IDI bukan sekadar pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk menjaga nyawa sekaligus merawat kepercayaan masyarakat terhadap profesi dokter.

“Ini bukan hanya estafet organisasi, tetapi tentang tanggung jawab besar menjaga nyawa dan harapan masyarakat. Kepercayaan publik harus terus dirawat,” tegas Bupati.

Menurutnya, tantangan dunia kesehatan saat ini semakin kompleks, mulai dari perkembangan penyakit, tuntutan pelayanan, hingga regulasi yang terus berkembang.

Oleh karena itu, ia mendorong para dokter untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta memperkuat solidaritas antar sejawat.

Bupati juga mengapresiasi langkah IDI yang mengombinasikan pelantikan dengan seminar hukum kesehatan. Ia menilai hal tersebut sebagai upaya strategis dalam memperkuat pemahaman dokter tidak hanya dari sisi medis, tetapi juga aspek etika dan hukum.

“Ini bukan sekadar seremoni, tetapi penguatan nilai. Dokter tidak cukup hanya memahami etika, tetapi juga harus memahami hukum kesehatan,” pesannya. (eki)