KUNINGAN (MASS) – Dalam momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) PMII, Ketua PMII Komisariat Universitas Islam Al Ihya Kuningan periode 2026–2027, Hamid Jalalan Qodiri, menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh kader PMII di Indonesia, khususnya di lingkungan Kampus Unisa Kuningan.
Ia menegaskan bahwa semangat kaderisasi tidak boleh hanya tumbuh pada momentum seremonial seperti Harlah semata. Menurutnya, Harlah PMII harus dimaknai sebagai ruang refleksi untuk memperkuat kembali nilai-nilai perjuangan, intelektualitas, serta pengabdian kader kepada masyarakat.
“Jangan sampai semangat kader hanya hadir ketika momentum Harlah PMII saja. Semangat untuk terus bergerak, berproses, dan berpikir kritis harus menjadi bagian dari keseharian kader,” ujar Hamid, Jumat (17/4/2026).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa sebagai mahasiswa, kader PMII memiliki tanggung jawab tidak hanya dalam meningkatkan kapasitas intelektual, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat. Kader PMII dituntut untuk peka terhadap realitas sosial, mampu mendengar berbagai aspirasi, serta turut memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, peran kader PMII tidak terlepas dari tugas pokok dan fungsi organisasi, yakni terus bergerak dalam membela keadilan dan menegakkan kebenaran. Nilai-nilai tersebut harus menjadi landasan utama dalam setiap langkah perjuangan, baik di lingkungan kampus maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Momentum Harlah PMII ini, lanjutnya, diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh kader untuk menjaga konsistensi gerakan, memperkuat solidaritas, serta terus berproses menjadi insan akademis yang kritis, progresif, dan responsif terhadap dinamika zaman. (eki)