KUNINGAN (MASS) – Suasana tak biasa terjadi di Desa Kertayasa, Jumat (17/4/2026) pagi ini. Ratusan warga turun ke jalan membawa senjata berupa sapu, cangkul, dan kantong sampah.
Sekilas mirip aksi demonstrasi, namun tuntutannya cukup unik: “Turunkan sampah dari kekuasaannya di pinggir jalan!” Aksi yang dimulai sejak pukul 06.00 WIB ini langsung menarik perhatian.
Alih-alih orasi panas, terdengar seruan penuh semangat seperti, “Hidup bersih! Hidup sehat!” hingga “Sampah minggir, warga kerja!” yang disambut tawa warga lainnya.
Koordinator lapangan yang juga Kepala Dusun Pahing Gugun Sukmayadi mengatakan bahwa aksi ini adalah bentuk perlawanan damai terhadap keberadaan sampah yang selama ini dianggap terlalu nyaman tinggal di lingkungan desa.
“Ini bukan demo biasa, ini demo rasa gotong royong. Kita kasih ultimatum ke sampah: hari ini harus angkat kaki!” ujar Gugun sambil menyapu dengan penuh semangat.
Menariknya, dalam aksi ini tidak ada ban bekas dibakar atau spanduk protes keras. Yang ada justru kantong sampah penuh, jalanan makin bersih, dan warga yang makin kompak.
Bahkan beberapa masyarakat dan siswa sekolah terlihat adu cepat siapa paling banyak mengumpulkan sampah. Masdi, salah satu warga mengaku baru pertama kali ikut “demo” yang hasilnya langsung terasa.
“Biasanya demo bikin pusing, ini malah bikin lingkungan kinclong. Kalau begini mah tiap minggu juga siap turun aksi,” katanya sambil tertawa.
Aksi yang digagas oleh Pemerintah Desa Kertayasa ini pun berakhir damai tanpa negosiasi panjang. Pihak lawan, yakni sampah, berhasil dikalahkan dan diamankan ke tempat pengolahan TPS3R Yuni Sarah.
Pemerintah desa berharap aksi ini bisa menjadi contoh bahwa demonstrasi tak harus selalu tegang. Kadang, cukup dengan sapu dan semangat kebersamaan, perubahan nyata bisa langsung dirasakan.
Dan satu hal yang pasti, dalam aksi ini tidak ada yang ditangkap aparat kecuali sampah yang bandel.