KUNINGAN (MASS) – Kabar membanggakan kembali datang dari santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah. Azrey Auranugraha Supriadi, santri kelas XII IPA 4, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan diterima di 11 perguruan tinggi ternama dunia, lengkap dengan berbagai tawaran beasiswa internasional.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa santri tidak hanya unggul dalam pembinaan keislaman, tetapi juga mampu bersaing di tingkat global dalam bidang akademik dan sains.
Azrey berhasil mendapatkan kesempatan studi di sejumlah kampus bergengsi, di antaranya University of Toronto Scarborough dan University of Toronto Mississauga di Kanada dengan program studi psikologi dan neuroscience. Selain itu, ia juga diterima di University of Auckland serta University of Otago di Selandia Baru, bahkan meraih University of Otago Global Scholarship untuk dua program sekaligus di bidang neuroscience dan biomedical sciences.
Tak hanya itu, peluang studi juga datang dari Eropa melalui Wageningen University & Research di Belanda dengan program Data Science for Global Challenges, serta HAN University of Applied Sciences pada bidang Life Sciences. Dari kawasan Australia, Azrey diterima di Charles Darwin University dan Western Sydney University dengan sejumlah beasiswa prestasi. Sementara dari Amerika Serikat, ia memperoleh International Annual Award dari La Roche University untuk program Biochemistry.
Total 11 kampus lintas negara—Kanada, Selandia Baru, Australia, Belanda, hingga Amerika Serikat—memberikan penawaran kepada Azrey. Capaian ini tentu bukan hal yang mudah, melainkan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, serta dukungan lingkungan pendidikan yang kondusif.
Mudir Ma’had Husnul Khotimah 1, Kiai Mulyadin, Lc., MH. dalam keterangannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras santri dalam menuntut ilmu serta keberkahan proses tarbiyah di pesantren.
“Prestasi ini bukan hanya membanggakan secara akademik, tetapi juga menjadi bukti bahwa santri mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Kami berharap Azrey dapat menjaga niat, terus belajar, dan kelak kembali memberikan kontribusi terbaik untuk umat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Madrasah Aliyah Husnul Khotimah, Ust. Danni Abdurahman, M.Pd. turut memberikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan Azrey menjadi representasi dari kualitas pendidikan yang terintegrasi antara kurikulum akademik dan pembinaan karakter di pesantren.
“Ini adalah hasil dari proses panjang—disiplin belajar, bimbingan guru, serta lingkungan yang mendorong santri untuk terus berkembang. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk berani bermimpi besar dan mempersiapkan diri sejak dini,” ungkapnya.
Keberhasilan Azrey menjadi inspirasi bagi para santri lainnya untuk terus bermimpi besar dan berusaha maksimal. Dengan semangat belajar yang tinggi, diiringi nilai-nilai keislaman yang kuat, santri Husnul Khotimah diharapkan mampu menjadi generasi robbani yang berdaya saing global.
Prestasi ini juga semakin menguatkan komitmen Pondok Pesantren Husnul Khotimah dalam mencetak generasi unggul yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga mampu menembus kampus-kampus terbaik dunia. (didin)