KUNINGAN (MASS) – Menjadi muda bukan berarti hanya berdiam diri mengikuti arus. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Selly Anita, mahasiswi berusia 19 tahun asal Kecamatan Kadugede. Di tengah kesibukannya menempuh pendidikan S1 Keperawatan di salah satu kampus Kuningan, ia ingin dikenal sebagai sosok anak muda yang sarat akan prestasi dan aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.
Latar belakang pendidikan keperawatan tak membatasi gerak Selly untuk mengeksplorasi potensinya. Di kampus, ia dikenal sebagai figur pemimpin yang dipercaya memegang jabatan strategis, mulai dari Sekretaris Umum BEM hingga Bendahara Umum HMI Komisariat. Tak hanya itu, kecintaannya pada literasi membawanya dinobatkan sebagai Duta Baca UBHI 2025, sebuah prestasi yang membuktikan ia adalah mahasiswi yang berwawasan luas.
“Aku banyak terlibat di organisasi intra dan ekstra kampus, termasuk jadi Sekretaris Umum BEM, aktif di HMI juga jadi Bendahara Umum HMI Komisariat,” tuturnya saat diwawancara kuninganmass.com Senin (13/4/2026).
Jiwa sosial Selly juga terlihat dari keterlibatannya dalam Komunitas Sahabat Jiwa sebagai Koordinator Promosi Kesehatan Jiwa. Melalui wadah ini, ia aktif mengedukasi rekan sejawatnya mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah tuntutan zaman yang semakin tinggi.
“Kesehatan bukan hanya soal fisik, tetapi juga ketenangan batin yang harus dipupuk sejak dini,” tuturnya.
Kini, Selly tengah mempersiapkan langkah baru yang lebih menantang. Ia memutuskan untuk terjun ke ajang Pemilihan Putera Puteri Adipati Kuningan (PPAK). Keputusannya ini bukan tanpa alasan, ia melihat PPAK sebagai wadah pengembangan diri yang memiliki arah jelas dan terukur, serta telah banyak mencetak alumni yang sukses di ajang pageant tingkat yang lebih tinggi.
“Saya tertarik mengikuti ajang ini karena saya melihat PPAK sebagai wadah yang memiliki arah pengembangan diri yang jelas dan terukur. Dari SAS Forum, saya juga melihat banyak alumni yang mampu berkembang dan melanjutkan ke ajang Pageant yang lebih luas,” paparnya.
Kepada sesama generasi muda, Selly menitipkan pesan agar tidak kehilangan jati diri di tengah banyaknya pengaruh zaman. Ia menekankan menjadi hebat bukan berarti harus terlihat paling menonjol di permukaan, melainkan tentang bagaimana setiap individu bisa memberikan manfaat dan arti bagi orang lain di sekitarnya.
“Jangan menunggu sempurna untuk bergerak. Mulailah dari hal kecil dan tetaplah konsisten untuk memperbaiki diri. Dunia memang terus berubah, tetapi karakter dan kemauan untuk terus belajar adalah hal yang akan selalu dibutuhkan,” pungkasnya. (raqib)